Literasi digital di Indonesia hingga saat ini masih harus terus ditingkatkan. Namun, ada beberapa kendala dalam meningkatkan literasi digital, yakni kemerataan internet dan kendala harga dari paket internet yang mahal.
Menurut data dari We Are Social yang diungkap pada Februari 2025, harga internet di Indonesia termasuk yang termahal di wilayah Asia. Data tersebut mengungkapkan bahwa biaya data per 1 Mbps di Indonesia ada di kisaran USD0,41 atau sekitar 6800 rupiah.
Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Filipina di angka USD0,14 atau sekitar Rp2300 per 1 Mbps, Malaysia di angka USD0,09 atau sekitar Rp1500/Mbps, Vietnam sebesar USD0.04 atau sekitar Rp660/Mbps, Singapura di angka USD0.03 atau sekitar Rp499/Mbps, dan ketinggalan sangat jauh dari Thailand sebesar USD0.02 atau sekitar Rp333/Mbps.
Selain itu, dalam laporan terbaru dari Open Signal, data yang mereka peroleh dari penyedia jasa Fixed Broadband di Indonesia mengungkap bahwa kecepatan rata-rata yang didapatkan oleh pengguna paling cepat ada di angka 37.8Mbps, yang dimiliki oleh Biznet Home. Ingat, ini adalah penyedia jasa Fixed Broadband.
Kendala dari penyedia fixed broadband adalah memperbesar area cakupan mereka. Selain biaya infrastruktur yang besar, lokasi juga sering kali jadi masalah. Terlebih lagi, masalah izin dan lainnya yang membuat banyak ISP yang tidak bisa melakukan ekspansi.
Indonesia Butuh Internet yang Cepat dan Murah
Untuk mempercepat cita-cita Indonesia emas, peningkatan literasi digital di seluruh Indonesia sudah harus dilakukan. Oleh karena itu, negara kita butuh internet untuk rakyat, yang tak hanya cepat namun terjangkau oleh masyarakat kita.
Jika menilik beberapa ISP yang ada di Indonesia, kini rata-rata harga langganan per bulan dengan data yang katanya “unlimited” rata-rata ada di Rp200.000 hingga Rp300.000 per bulan untuk layanan fixed broadband. Sedangkan untuk layanan mobile, jarang yang menawarkan paket unlimited, meski mereka menawarkan paket internet dengan harga yang jauh lebih murah, bahkan menawarkan mulai dari ribuan rupiah saja.
Harga internet unlimited ini tentu saja cukup memberatkan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang memiliki gaji dibawah UMR. Jadi, harus ada solusi yang konkret untuk dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
Selain harga, infrastruktur juga menjadi hal yang sangat penting. Solusinya adalah Fixed Wireless Broadband. Meski masih menggunakan sinyal mobile network, namun teknologi ini jauh lebih masuk akal untuk daerah Indonesia yang notabene kepulauan. Tapi, apakah ada yang bisa kita lihat?
Internet Rakyat, Solusi yang Diharapkan Bisa Bantu Selesaikan Masalah
Salah satu yang menarik adalah kehadiran Internet Rakyat, sebuah gagasan solusi yang diberikan oleh PT. Telemedia Komunikasi Pratama, yang bekerjasama dengan Surge. Mereka menawarkan Internet Rakyat dengan harga yang fantastis, Rp100.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100Mbps.
Harga ini pun juga sudah termasuk sewa perangkat, yang dimana biasanya dibebankan ke pengguna. Namun, untuk dapat menekan biaya yang cukup rendah, mereka membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak.
Tak tanggung-tanggung, ada cukup banyak perusahaan besar yang tergabung di Internet Rakyat, mulai dari Nokia, Huawei, Qualcomm, dan lainnya yang bergabung. Jadi, banyak pihak yang berharap inisiasi ini akan menuai kesuksesan.
Untuk memulai inisiasi ini, Internet Rakyat akan hadir di dua pulau terlebih dahulu, yakni di pulau Jawa, Maluku, serta Papua dan sekitarnya. Masih belum ada informasi lebih lanjut terkait dengan pulau lain, namun diharapkan layanan ini dapat dirasakan di seluruh Indonesia secepatnya.
Layanan Internet Rakyat ini sendiri akan dimulai tersedia di awal 2026 mendatang. Nah kalau kalian tertarik untuk bergabung, kalian bisa ke situs Internet Rakyat melalui link berikut ini dan memulai pendaftaran.
Nokia Jadi Saingan, Curi Start
Namun, ada sebuah hal yang menarik nih. Beberapa hari lalu, tim Pax.id juga sudah memuat berita mengenai langkah Nokia, yang merupakan salah satu mitra dari Internet Rakyat meluncurkan layanan internet mereka sendiri.
Layanan tersebut berhasil tercipa atas kerjasama mereka dengan Surge. Ya, baik Internet Rakyat dan layanan internet Nokia menggunakan jasa yang sama. Bahkan, wilayah yang tercakup juga sama, yakni di Jawa, Maluku, serta Papua dan sekitarnya.
Nokia mengatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong pemerataan akses digital dan inisiatif “Broadband Terjangkau”, sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati konektivitas yang mendukung pendidikan, ekonomi digital, dan layanan publik.
Di sisi lain, bagi pihak Surge, proyek ini memperkuat portofolio infrastruktur yang sudah mencakup ribuan kilometer serat optik dan jutaan sambungan FTTH, sekaligus membuka peluang perluasan layanan di area yang selama ini kurang terlayani.
Namun, ada beberapa hal krusial yang belum diungkap oleh Nokia terkait dengan layanan internet mereka. Baik harga dan kecepatan internet belum mereka ungkap. Tapi yang menarik adalah jika ternyata harga dan kecepatan yang mereka tawarkan sama dengan Internet Rakyat. Dan yang terpenting, layanan ini hadir pada Desember mendatang, satu bulan lebih cepat dari Internet Rakyat.
Pax Insight
Sebenarnya, semakin banyak perusahaan yang menawarkan layanan internet berkualitas dengan harga terjangkau, yang diuntungkan adalah masyarakat Indonesia itu sendiri. Dengan banyaknya pilihan, masyarakat jadi bisa menentukan layanan mana yang terbaik untuk mereka sendiri.
Namun yang paling penting, dengan hadirnya layanan internet yang baik, masyarakat Indonesia dapat mengakses informasi yang lebih baik dan meningkatkan literasi digital mereka.



