Sains
Senin, 20 Oktober 2025 19:08 WIB

Inggris perkuat pertahanan satelit dari serangan laser

Pemerintah Inggris bergerak melindungi satelit negara dari serangan laser.
Sumber: US Navy

Pemerintah Inggris bergerak melindungi satelit negara dari serangan laser dengan investasi sebesar Rp10,4 miliar (USD670.000 atau £500.000) untuk sistem sensor baru, dilansir dari New Atlas. Langkah ini merupakan bagian dari penataan ulang strategis yang lebih luas dalam menghadapi ancaman luar angkasa yang meningkat.

Pada 2010, terdapat sekitar 1.000 satelit aktif di orbit Bumi. Per Oktober 2025, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 12.900 satelit, dengan puluhan ribu lagi diproyeksikan diluncurkan seiring menurunnya biaya perjalanan antariksa.

Bukan hanya soal angka semata. Perkembangan kemampuan baru seperti Wi-Fi orbital dan ekonomi baru semakin penting. Misalnya, layanan satelit bertanggung jawab atas 20 persen Produk Domestik Bruto Inggris. Ditambah pentingnya strategis ruang angkasa untuk pertahanan, dengan Inggris menginvestasikan Rp103,8 triliun (USD6,7 miliar atau £5 miliar) selama 10 tahun dalam program Skynet 6 untuk meningkatkan komunikasi satelit aman, melindungi aset orbital menjadi semakin krusial.

Ini bukan masalah teoretis belaka. Rusia dan Tiongkok telah menguji senjata anti-satelit, dan baru-baru ini Rusia dituduh melacak dan mengganggu satelit NATO.

Pemerintah Inggris semakin prihatin melindungi satelitnya dari serangan laser dari stasiun darat atau satelit musuh. Bukan laser berenergi tinggi yang dapat menghancurkan satelit, melainkan laser yang dirancang membutakan satelit atau merusak peralatan optik yang sensitif.

Pengumuman baru ini berdasarkan Tinjauan Pertahanan Strategis Inggris 2025, yang menyatakan bahwa ruang angkasa kini merupakan area pertahanan tingkat atas, bersama darat, laut, udara, dan dunia siber, dan perlu dilindungi dengan tingkat yang sama. Ini sebagian alasan pembentukan Komando Ruang Angkasa Inggris yang bertugas bersama Badan Antariksa Inggris untuk pertahanan satelit.

Inisiatif baru akan mengembangkan sensor yang dipasang pada satelit untuk mendeteksi dan menilai serangan laser sehingga tindakan pencegahan yang tepat dapat diterapkan. Karena bukan laser berenergi tinggi, pertahanan ini mungkin hanya memerlukan mematikan instrumen atau mengalihkannya dari ancaman. Sementara itu, sensor akan mengumpulkan data tentang ancaman dan mengirimkannya kembali ke Bumi untuk analisis lebih lanjut.