Jutaan orang Amerika kini memiliki harapan baru untuk perjalanan yang lebih nyaman setelah Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) Amerika menyetujui pil inovatif yang mampu mencegah muntah akibat mabuk perjalanan. Persetujuan ini menjadi yang pertama untuk obat baru dalam lebih dari empat dekade terakhir, dilansir dari New Atlas.
Obat bernama tradipitant, diproduksi oleh perusahaan farmasi Vanda Pharmaceuticals dan akan dipasarkan dengan merek dagang Nereus, menjadi terobosan penting dalam penanganan mabuk perjalanan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat reseptor NK-1 di batang otak, bagian yang mengendalikan refleks muntah yang dipicu oleh zat kimia bernama substance P.
Selama ini, jutaan orang menderita mabuk perjalanan yang membuat pengalaman bepergian terasa tidak menyenangkan. Sekitar 30 persen orang dewasa Amerika mengalami kondisi ini. Pilihan pengobatan tradisional, terutama antihistamin, telah digunakan selama hampir lima puluh tahun, namun efektivitasnya terbatas dan sering menimbulkan efek samping seperti rasa kantuk.
Nereus hadir dengan pendekatan modern berbasis ilmu saraf terapan. CEO Vanda, Mihael Polymeropoulos, menegaskan bahwa untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat puluh tahun, pasien kini memiliki akses ke terapi baru yang efektif tanpa keterbatasan pilihan lama.
Keputusan FDA didasarkan pada tiga uji klinis, termasuk dua studi fase ketiga yang dilakukan pada peserta di atas kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nereus secara signifikan mengurangi kejadian muntah dibandingkan plasebo.
Pemerintah dan perusahaan sepakat bahwa mabuk perjalanan adalah kondisi akut, sehingga tidak ada orang yang perlu mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang. Nereus diperkirakan akan tersedia di apotek dalam beberapa bulan ke depan. Selanjutnya, obat ini juga akan diteliti untuk kemungkinan penggunaan dalam mengatasi kondisi lain seperti gastroparesis dan mual akibat obat penurun berat badan.
Pax Insight
Persetujuan Nereus menandai tonggak sejarah penting dalam pengobatan mabuk perjalanan, mengakhiri stagnasi inovasi selama puluhan tahun. Pengembangan obat berbasis mekanisme neurobiologis modern ini tidak hanya memberikan solusi lebih efektif bagi jutaan penderita mabuk, tetapi juga membuka peluang penelitian untuk aplikasi terapeutik lebih luas, seperti penanganan gastroparesis dan mual terkait terapi penurunan berat badan. Hal ini mencerminkan bagaimana pemahaman mendalam tentang biologi manusia dapat meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.



