Para peneliti dari Peking University telah menciptakan exoskeleton yang dirancang khusus untuk penyelam, perangkat yang membantu mengurangi energi yang dibutuhkan saat berenang di bawah air. Dengan teknologi ini, penyelam bisa bertahan lebih lama dengan satu tabung oksigen yang sama, sebagaimana dilansir dari New Atlas.
Menyelam terlihat seperti aktivitas tenang, tetapi sebenarnya melibatkan kontraksi otot-otot terbesar tubuh manusia: kaki dan paha. Semua aktivitas otot ini memerlukan oksigen sebagai bahan bakar, yang berasal dari tabung scuba.
Penyelam dengan tabung 2.264 liter pada kedalaman 20 meter biasanya hanya bisa bertahan 35-50 menit. Peneliti Peking University mengambil pendekatan unik: alih-alih memperbaiki alat pernapasan, mereka mengurangi energi yang dibutuhkan saat berenang.
Exoskeleton ini terdiri dari beberapa bagian. Ada dua unit motor tersegel yang dipasang di punggung penyelam, terhubung dengan kabel Bowden fleksibel yang jalan ke manset ringan di paha dan betis. Sebuah sabuk pinggang menstabilkan seluruh unit, yang dipasang di luar wetsuit. Total sistem beratnya sekitar 9 kilogram, sebagian besar beban terkonsentrasi di bagian belakang.
Kecanggihan sistem ini terletak pada sensor Inertial Measurement Units (IMU) yang tertanam. Sensor ini mendeteksi posisi kaki penyelam dan mengkomunkasikan info ke motor. Saat penyelam menggerakkan kaki ke bawah (downstroke), motor terlibat dan membantu gerakan. Saat kaki bergerak ke atas (upstroke), motor dilepas agar tidak menghambat gerakan pemulihan.
Tim menguji exoskeleton pada enam penyelam bersertifikat di kolam renang 50 meter pada kedalaman 2 meter. Setiap penyelam melakukan tiga kali berenang 100 meter dengan dan tanpa exoskeleton, serta dengan sistem hidup dan mati. Hasilnya mengesankan: aktivasi otot paha berkurang lebih dari 20 persen, dan konsumsi oksigen turun 22,7 persen.
Para peneliti merencanakan pengujian lebih lanjut di kondisi dunia nyata yang dinamis, mencoba bahan lebih ringan, dan menambah sensor untuk monitoring detak jantung dan konsumsi oksigen.
Pax Insight
Exoskeleton bawah air menunjukkan bahwa augmentasi teknologi bukan hanya untuk operasi militer atau industri berat. Dengan mengurangi 22,7 persen konsumsi oksigen, peneliti pada dasarnya memberikan penyelam "garansi tambahan" di bawah air, lebih banyak waktu untuk eksplorasi dengan safety margin lebih besar.
Ini adalah contoh elegan dari kolaborasi manusia dan mesin: bukannya menggantikan SDM, exoskeleton mengamplifikasi kemampuan dengan bantuan cerdas. Jika teknologi ini matang, ini bisa membuka era baru eksplorasi laut lepas di mana durasi dan keamanan bukan lagi hambatan.



