Kisah
Kamis, 29 Januari 2026 13:11 WIB

Vibe coding: Cara baru membangun aplikasi dengan bimbingan AI, studi kasus Family Financial Tracker

Vibe coding adalah pendekatan baru dalam pengembangan perangkat lunak yang mengandalkan deskripsi kebutuhan dalam bahasa natural, bukan penulisan kode baris demi baris.
Ilustrasi: Pexel

Apa itu Vibe Coding dan mengapa penting? 

Vibe coding adalah pendekatan baru dalam pengembangan perangkat lunak yang mengandalkan deskripsi kebutuhan dalam bahasa natural, bukan penulisan kode baris demi baris. Istilah ini diperkenalkan oleh Andrej Karpathy pada Februari 2025 dan cepat menjadi sorotan karena mempercepat proses pengembangan, menurunkan hambatan teknis, serta memanfaatkan kemajuan large language model (LLM) dalam memahami konteks dan menghasilkan kode fungsional.

Alih-alih menulis syntax secara manual, pengembang cukup menjelaskan apa yang ingin dibangun. Model AI kemudian menerjemahkannya menjadi kode dan panduan implementasi.

Siapa yang menggunakan dan dalam konteks apa?

Pendekatan ini mulai diadopsi oleh pengguna non-tradisional di luar komunitas developer profesional. Salah satunya adalah Fauzan Alfi, pengguna Threads asal Indonesia, yang membangun aplikasi Family Financial Tracker dengan metode vibe coding menggunakan Gemini AI Pro dari Google.

Fauzan mulai mengembangkan aplikasi tersebut berangkat dari kebutuhan riil keluarga untuk memantau keuangan dengan alur kerja yang tidak sepenuhnya terakomodasi oleh aplikasi finansial yang tersedia di pasaran.

“Awalnya karena ada kebutuhan di keluarga untuk tracking keuangan. Daripada menggunakan aplikasi yang sudah ada yang kadang tidak sesuai, saya coba buat sendiri dengan bantuan Google Gemini,” ujar Fauzan kepada Pax.id, Kamis (29/1).

Dalam praktiknya, mayoritas proses, mulai dari pembuatan kode hingga panduan deployment, dihasilkan melalui interaksi berbasis prompt dengan Gemini AI Pro. Tahapan pengembangan yang biasanya memakan waktu lama dapat dipadatkan secara signifikan.

Alasan utama Fauzan bersifat praktis, yaitu efisiensi waktu dan kemudahan.

“Alasan waktu saja dan lebih memudahkan. Cukup prompting dan kebutuhan kita terpenuhi,” jelasnya.

Vibe coding memungkinkan iterasi cepat tanpa harus menguasai seluruh detail teknis sejak awal, menjadikannya alternatif menarik bagi individu atau tim kecil dengan kebutuhan spesifik.

Peran dominan Gemini dalam pengembangan

Ketika kami menanyakan seberapa besar peran Gemini dalam pengembangan Family Financial Tracker, jawabannya adalah: mayoritas proses, dari code generation hingga deployment guidance, di-handle oleh Gemini AI Pro.

"Mayoritas dibantu oleh Gemini mulai dari code generation hingga panduan deployment. Dan iya, saya menggunakan Gemini AI Pro," kata Fauzan.

Apakah vibe coding solusi nyata untuk non-programmer?

Pertanyaan sejuta umat: Bisakah non-programmer benar-benar membangun aplikasi dengan vibe coding? Jawabannya dari Fauzan: Ya, tapi dengan catatan penting.

"Saya rasa iya. Tapi lebih memudahkan jika mereka paham bahasa pemrograman atau minimal logika programming. Jika tidak, justru malah menyulitkan," ungkap Fauzan.

Tips dan praktik terbaik dari pengalaman Fauzan

Fauzan mengidentifikasi satu tantangan utama yang dialami banyak orang mencoba vibe coding: celah antara ekspektasi dan output yang dihasilkan AI.

"Biasanya ketika ekspektasi kita tidak sesuai dengan hasil yang di-generate oleh Gen AI. Solusinya adalah kita perbaiki prompt-nya sehingga secara verbatim sampaikan permintaan kita."

Insight ini menggarisbawahi pentingnya prompt engineering, yaitu keahlian dalam mengkomunikasikan keperluan kepada AI dengan cara yang menghasilkan output optimal.

Pax insight

Pengalaman Fauzan dengan Family Financial Tracker menunjukkan kalau vibe coding benar-benar bisa dipakai untuk aplikasi nyata. Dengan bantuan Gemini AI Pro, ia berhasil membuat aplikasi keluarga dalam waktu jauh lebih singkat dibanding cara coding tradisional.

Tapi, vibe coding bukan berarti ilmu programming jadi tidak penting. Justru ini adalah perkembangan skill programmer: dari sekadar paham syntax dan algoritma, ke arah prompt engineering, kerja sama dengan AI, dan perbaikan bertahap.

Pesan Fauzan untuk yang mau coba: jangan takut mulai, tapi luangkan waktu untuk belajar cara menyampaikan kebutuhan dengan jelas ke AI. Di era AI, kemampuan komunikasi sama pentingnya dengan kemampuan teknis.