Gelombang efisiensi di industri game kembali memakan korban. Riot Games mengonfirmasi pemangkasan besar-besaran pada tim pengembang game fighting berbasis pasangan mereka, 2XKO.
Detail angka:
- 80 orang: Jumlah karyawan yang diberhentikan.
- 50%: Estimasi porsi tim pengembangan global yang hilang akibat keputusan ini.
Kenapa ini penting: Langkah drastis ini terjadi hanya sebulan setelah 2XKO resmi meluncur di konsol. Meski game ini memiliki basis penggemar inti yang antusias, Riot menilai momentum pertumbuhannya belum cukup kuat untuk menopang biaya operasional tim sebesar itu, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Pernyataan resmi: “Momentum secara keseluruhan belum mencapai tingkat yang dibutuhkan untuk mendukung tim sebesar ini dalam jangka panjang,” kata Tom Cannon, Produser Eksekutif 2XKO.
Sisi positif:
Meski separuh tim pengembang hilang, Riot memastikan dua hal penting:
- Kompetisi tetap berjalan: Rencana musim kompetitif tahun 2026 tidak berubah.
- Transfer internal: Riot berupaya memindahkan karyawan yang terdampak ke posisi lain di dalam perusahaan jika memungkinkan.
Pax insight
Realitas industri game saat ini sangat keras. Sambutan hangat dari komunitas saja tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan pekerjaan jika angka pertumbuhan bisnis tidak memenuhi target agresif perusahaan.
Kasus 2XKO menjadi contoh nyata bahwa meski sebuah game bisa mendapat dukungan fanbase yang solid, faktor bisnis tetap menjadi penentu utama. Riot memilih langkah efisiensi demi menjaga keberlanjutan jangka panjang, meski harus mengorbankan separuh tim pengembang.



