Sony Santa Monica secara resmi mengumumkan tanggal rilis untuk gim terbarunya, God of War Laufey, yang dipastikan akan meluncur pada 16 Februari 2027 untuk PS5. Pengumuman itu disampaikan langsung dalam event SDCC (San Diego Comic-Con) 2026.
Pengumuman ini juga menjawab soal kepastian distribusi fisik game dari seri God of War tersebut, mengingat Sony telah mengumumkan akan menyetop produksi disk fisik PlayStation mulai 2028.
Tak hanya itu, pengumuman ini juga membawa kejutan lain bagi para penggemar, karena Head of Creative Santa Monica Studio Cory Barlog mengonfirmasi kalau game God of War selanjutnya yang akan kembali menyorot kisah Kratos sedang dalam tahap pengembangan dan kisahnya akan terhubung langsung dengan alur cerita Laufey.
Angkat sosok Laufey sebagai tokoh sentral
Seperti judulnya, God of War: Laufey mengangkat kisah tentang Laufey, ibu dari Atreus sekaligus istri Kratos, yang selama ini menjadi misteri besar di dua seri sebelumnya. Dalam kesempatan itu, Sony juga menampilkan preview gameplay perdana game ini.
Berdurasi 20 menit, preview itu dibuka degan momen Kratos dan Atreus yang membakar jasad Faye, seperti yang terlihat pada pada pembuka game God of War (2018). Selain itu, game ini disebut akan menawarkan gaya bermain yang berbeda dari seri sebelumnya.
Jika Kratos dikenal menampilkan gaya bertarung yang keras, Faye didesain dengan tingkat agilitas tinggi dan super responsif. Jadi, pemain dapat membuat musuh melayang ke udara dan bermanuver tanpa menghentikan momentum serangan, memberikan pengalaman tempur yang terasa klasik.
Tak hanya itu, Sony bersama Santa Monica Studios juga memastikan game ini akan tetap dirilis dalam disk, sehingga pemain masih bisa mendapatkan game ini dalam bentuk fisik. Saat ini, pengembang juga memastikan tengah mengembangkan game lanjutan dari kisah Laufey dengan Kratos kembali sebagai karakter utamanya.
Kisah game God of War Laufey
- The Everywhen: Faye terdampar di The Everywhen, sebuah tempat kelahiran dan peristirahatan terakhir bagi segala bentuk sihir. Ini adalah tempat kacau balau tempat para dewa dan makhluk lintas mitologi saling bertarung memperebutkan kekuasaan.
- Mekanik pertarungan: Game ini akan memadukan kelincahan pergerakan udara dari God of War era Yunani klasik, dengan penceritaan dunia yang lebih dalam dan pertarungan jarak dekat yang brutal khas era Nordik.
- Kemampuan sihir: Sebagai Golden Hand of the Jotnar, Faye diberkahi sihir mematikan yang kain menguat di The Everywhen. Ia dapat menampar musuh hingga jiwa mereka terlepas dari tubuh, lalu menggunakan jiwa tersebut sebagai senjata kombo yang mematikan.
Pax insight
Keputusan Sony Santa Monica merilis God of War Laufey di awal 2027 merupakan strategi yang tepat untuk memastikan game ini rilis benar-benar matang. Menjadikan Laufey sebagai karakter utama juga harus diakui memperluas lore dunia Nordik di seri God of War.
Menariknya lagi, pengembang telah memastikan kalau ada game lanjutan dari God of War Laufey yang kembali fokus pada petulangan Kratos. Kepastian yang tentu disambut baik para penggemar, karena franchise ini dipastikan akan memiliki masa depan yang panjang.
Selain itu, kepastian kalau game ini akan hadir dalam versi fisik tentu akan jadi nilai tambah bagi para kolektor. Karenanya, saat ini menarik untuk memastikan kalau game ini nantinya akan rilis sesuai jadwal dan tidak ada penundaan.



