Roblox resmi mengumumkan kehadiran fitur baru bernama Build yang memungkinkan pengguna merancang dan menciptakan game utuh langsung dari perangkat mobile mereka menggunakan bantuan AI generatif.
Melalui pembaruan sistem ini, siapa pun kini dapat mengubah perintah teks menjadi sebuah blueprint game 3D yang dapat dimainkan tanpa memerlukan keahlian pemrograman yang mumpuni.
Langkah ini mempertegas posisi Roblox dalam peta kompetisi teknologi global, menyusul langkah raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Tencent yang telah mengembangkan alat kreasi berbasis AI serupa.
Pengumuman ini hadir di saat penting yakni tak lama setelah Roblox memutuskan menyuntik mati Roblox Connect, fitur panggilan video berbasis avatar yang sempat diperkenalkan pada tahun 2023 lalu.
Buat game dengan prompt teks
Fitur Build menjadi sangat menarik karena memangkas batasan teknis pembuatan game secara signifikan. Cukup dengan mengetik kalimat seperti,"Ayo buat game petualangan yang nyaman di tengah hutan lebat", sistem AI Roblox akan meramu mekanik, karakter, gaya visual, hingga audio secara instan.
Keputusan Roblox menghadirkan fitur ini juga tidak lepas dari fokus investasi teknologi perusahaan yang kini beralih ke pengembangan AI, termasuk proyek model fondasi 3D dan scene-generation model teranyar untuk menyusun lanskap permainan yang sepenuhnya dapat disunting hanya dari satu baris instruksi teks.
Roblox mengumumkan kalau jadwal public Alpha fitur ini akan dimulai pada 28 Juli 2026. Uji coba ini terbatas untuk pengguna di Selandia Baru berusia 9 tahun ke atas yang telah melakukan verifikasi usia resmi.
Nantinya, hak publikasi global hanya diberikan pada pengguna berusia 16 tahun ke atas. Bicara soal skema bisnisnya, Roblox disebut akan menyediakan varian dasar yang gratis serta opsi fitur berbayar premium.
Kendati demikian, kehadiran fitur ini memicu perdebatan panas di kalangan pelaku industri mengenai ancaman banjir konten berkualitas rendah (AI slop) yang berpotensi merusak ekosistem pasar.
Mekanisme kerja AI Roblox Build
Fitur Build digerakkan oleh kombinasi kompleks antara berbagai model AI open-source serta model proprietary (hak milik) yang dikembangkan secara internal oleh Roblox, termasuk di antaranya:
- Gameplay Mechanics: Logika dasar permainan dan pergerakan objek.
- Environment & Visual Style: Desain lingkungan 3D, pencahayaan, dan estetika grafis.
- Characters & Sound: Karakter pengisi dunia game beserta efek audio latar yang relevan.
Polemik AI Slop
Di sisi lain, fitur ini tidak luput dari kritik tajam. Banyak pengembang khawatir platform akan dibanjiri oleh game repetitif berkualitas rendah yang diproduksi secara massal dalam waktu singkat, sehingga memperketat persaingan organik. Untuk meredam kecemasan tersebut, Roblox menerapkan sistem kurasi berbasis metrik yang ketat:
- Peringkat Retensi Pemain: Game buatan AI akan dinilai berdasarkan seberapa lama dan sering pemain kembali memainkannya. Jadi, Game yang tidak memiliki interaksi aktif tidak akan dipromosikan oleh algoritma.
- Fitur Kebisingan: Sistem penemuan (discovery system) dirancang untuk menyaring konten sampah. Karenanya, Kualitas game di halaman utama (homepage) dipastikan tidak akan berubah atau menurun.
Pax insight
Keputusan Roblox menghadirkan fitur Build langsung di perangkat seluler adalah langkah bisnis yang sangat agresif untuk mengunci dominasi pasar Gen Z dan Gen Alpha.
Dengan memindahkan proses pembuatan game dari desktop ke perangkat mobile, Roblox menawarkan kemudahan bagi pengguna. Terlebih, basis pengguna Roblox kebanyakan mengakses platform ini lewat smartphone, bukan PC.
Meski memudahkan, kehadiran fitur ini layaknya pisau bermata dua. Sebab, siapa pun bisa dengan mudah bisa membuat game, tapi bagaimana kualitas dan orisinalitasnya masih jadi pertanyaan.



