Kisah
Kamis, 16 Juli 2026 09:02 WIB

25 Tahun Google Images: awal mula hingga perkembangannya kini

Google Images genap berusia 25 tahun sejak dirilis pertama kali pada 2001. Simak awal mula kehadirannya hingga kemampuannya saat ini.
25 tahun Google Images (Foto: Google)

Google merayakan 25 tahun Google Images pada 14 Juli 2026. Siapa yang menyangka, semua itu bermula dari gaun hijau milik Jennifer Lopez pada 2000 yang bikin seantero internet penasaran. Dari situlah, Google menyadari kalau halaman pencarian standar dengan daftar link biru tidak cukup!

Pasalnya, ada banyak pengguna internet di tahun 2000 yang ingin tahu tentang gaun yang dikenakan JLo di ajang Grammy itu. Lalu, Juli 2001, Google meluncurkan Google Images yang memungkinkan pengguna mencari dan menjelajahi konten visual secara instan seluruh web. 

Delapan tahun kemudian, alias 2009, Google meluncurkan fitur Similar Images alias ‘gambar serupa’. Fitur ini memungkinkan pencarian gambar tidak hanya bergantung pada teks. Jadi, saat pengguna mencari kata “bow”, mereka bisa melihat gambar “bow” pita rambut atau “bow and arrow” alias busur panah. 

Ketika pengguna mengeklik gambar yang dimaksud dan mengetuk “temukan gambar serupa”, mereka bisa melihat lebih banyak hal yang diinginkan tanpa mengetikkan kueri. 

Baru di tahun 2011, Google merilis Search by Image atau Telusuri dengan Gambar. Alih-alih hanya mencari sesuatu dengan teks, pengguna bisa mengunggah gambar atau menempelkan URL langsung ke bilah pencrian. 

Kemampuan Search by Image ini memungkinkan pengguna mengidentifikasi sumber asli dengan cepat, bahkan jadi cikal bakal upaya pembasmian hoaks. 

Perkembangan besar selanjutnya dari Google Images adalah kehadiran Google Lens. Google Lens membuat pengguna bisa pakai kamera smartphone untuk bertanya tentang hal-hal di sekitar mereka. 

Lens ini mampu mengidentifikasi objek, menerjemahkan teks, hingga menampilkan link produk secara real-time tanpa perlu mengetikkan pertanyaan atau kueri ke kotak pencarian. 

Google Lens pun terus dikembangkan hingga pada 2022, Google memperkenalkan Multisearch di Lens. Ini bisa membuat pengguna mencari dengan teks dan gambar secara bersamaan. Misalnya, pengguna bisa mengambil foto meja unik yang dilihat sembari mengetikkan “meja kopi” untuk menemukan perabot serupa buat di rumah. 

Google Images kian maju pesat seiring perkembangan AI. Pada 2024, Google pertama kalinya memperkenalkan Circle to Search yang kala itu eksklusif di perangkat Samsung Galaxy S24 series dan Google Pixel. 

Fitur favorit ini membantu pengguna mencari apa pun di layar smartphone Android, caranya dengan melingkari atau mencoret-coret bagian yang ingin diketahui. 

Circle to Search juga bisa dipakai saat pengguna membuka kamera untuk mengetahui sebuah objek di depan kamera. Fitur ini pun kini sudah tersedia di lebih dari 580 jutaperangkat Android di seluruh dunia. 

Setahun kemudian, yakni pada 2025, Google menyatukan kekuatan multimodal dari Lens dengan AI Mode Search. Ini bikin pengguna bisa langsung mengajukan pertanyaan yang lebih bernuansa, yang perlu penalaran lebih dalam. 

Contohnya begini, saat pengguna mengunggah atau ambil foto, AI Mode bisa memproses seluruh pemandangan. Dengan teknik visual image fan-out, fitur ini memecah pencarian gambar tunggal menjadi puluhan sub-kueri demi memahami konteks visual dan memberi hasil pencarian yang relevan. 

Masih di tahun yang sama, Google Images yang sudah didukung mode AI itu menghadirkan fitur Search Live. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi feed kamera langsung dari ponsel sembari berbincang dua arah di AI Mode, dengan input video untuk menangkap gerakan dan konteks penuh dari sekitar. 

Konsepnya jadi seperti melakukan video call dengan Search, dan kemampuan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari bantuan membuat resep dari bahan-bahan di dapur hingga hal yang lebih rumit. 

Tidak cukup di situ, Google juga memperkenalkan cara baru dalam menjelajah, berimajinasi, dan berbelanja dengan AI Mode di Search. Pengguna bisa mendeskripsikan apa yang di pikiran mereka melalui percakapan. Misalnya ingin celana model barrel, Google pun akan menampilkan kisi-kisi inspirasi visual dan produk mana yang bisa dibeli. 

Selanjutnya di tahun 2026, Circle to Search kian dikembangkan. Kalau tadinya hanya mengenali satu objek, kini layanan ini dapat membantu pengguna menjelajahi beberapa objek dalam satu gambar. Pengguna pun bisa langsung mengurai dan berbelanja item-item yang ada di satu pemandangan secara bersamaan. 

Pada tahun ini pula, Google menghadirkan kotak pencarian cerdas yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan detail tentang gambar, langsung di Search. AI Mode pun akan langsung memberikan respons. 

Caranya ketuk ikon plus untuk mengunggah gambar, bisa beberapa gambar sekaligus, lalu tanyakan apa pun dan AI akan memberikan jawaban yang relevan. 

Apa lagi rencana Google untuk Image Search?

Google pun tak lupa memperkenalkan kemampuan baru, yakni beranda baru yang bisa dijelajahi untuk Google Images. Ini menampilkan galeri gambar yang imersif dari seluruh web yang diperbarui secara real-time dan disesuaikan sesuai minat unik pengguna. 

Jadi ketika pengguna menjelajah dan menyimpan ide koleksi, ide tersebut akan muncul sebagai tab di atas galeri utama, dan memudahkan pengguna untuk masuk kembali dan terus menjelajah berdasarkan inspirasi-inspirasi pengguna. 

Fitur ini baru akan diperkenalkan beberapa minggu ke depan di desktop untuk Amerika Serikat dan bahasa Inggris. 

Tidak hanya itu, Google juga menghadirkan kemampuan membuat gambar baru langsung melalui Search, di dalam AI Overviews. Pembuatan gambar ini didukung model Nano Banana terbaru Google, yang mengubah perintah teks menjadi visual yang dibuat “from the scratch” alias dari awal. 

Seperti galeri gambar, pembuatan gambar di AI Overviews ini bakal dirilis beberapa minggu mendatang dalam bahasa Inggris, untuk semua wilayah yang kini mendukung fitur pembuatan gambar dalam mode AI. 

Pax Insight

Google Images bertransformasi dari sekadar fitur pelengkap pencarian teks menjadi ekosistem pencarian dengan gambar hingga video yang didukung kecerdasan buatan. 

Dari teks hingga gambar yang didukung AI untuk pencarian, teknologi yang dikembangkan Google dari tahun ke tahun seolah memperlihatkan bahwa kamera telah jadi “keyboard baru” yang memungkinkan pengguna untuk menemukan apa yang ingin dicari, bahkan didiskusikan melalui bantuan gambar dan video live. 

Hal ini menunjukkan kalau pencarian visual bukan lagi sekadar fitur, tetapi jadi masa depan pencarian berbasis akses kamera ponsel pengguna.