Xiaomi resmi memperbarui daftar End of Life (EOL) perangkatnya dengan menambahkan 10 model dari brand Xiaomi, Poco, dan Redmi. Yang berarti, perangkat-perangkat ini secara resmi sudah selesai mendapatkan dukungan software.
Jadi, deretan perangkat ini tidak akan lagi menerima update HyperOS, patch keamanan, dan perbaikan bug. Beberapa model yang masuk dalam daftar ini mencakup varian yang pernah dijual di Indonesia, seperti Xiaomi 12 Series.
Kenapa ini penting?
Daftar ini membantu pengguna perangkat Xiaomi untuk mengetahui apakah perangkat mereka masih mendapatkan dukungan software atau tidak. Jadi, pengguna bisa mempersiapkan langkah selanjutnya, seperti mengganti perangkat mereka.
Dari daftar ini, kebanyakan model yang sudah tidak lagi mendapatkan update merupakan model rilisan tahun 2022 hingga 2023. Meski terdengar sederhana, informasi ini penting karena perangkat-perangkat tersebut bisa rentan jadi sasaran serangan siber.
Seperti diketahui, dengan dihentikannya dukungan software termasuk patch keamanan, Xiaomi tidak lagi akan merilis perbaikan untuk perangkat tersebut. Meski bukan berarti perangkat tersebut tidak bisa digunakan, tapi jika ada celah keamanan yang muncul, perusahaan tak lagi akan memberikan dukungan.
Perlu diketahui, daftar penambahan perangkat yang sudah memasuki masa akhir ini tidak lepas dari kebijakan Xiaomi dulu. Produk rilisan 2022-2023 memang mendapatkan dukungan software terbatas, hanya sekitar dua sampai tiga tahun.
Kondisi ini berbeda dari rilisan terbaru yang mendapatkan dukungan software lebih lama. Contohnya, perangkat rilisan tahun 2025 ke atas mendapatkan update software dan keamanan hingga empat tahun.
Daftar 10 HP Xiaomi yang tak lagi dapat update
Berikut daftar lengkap perangkat yang ditambahkan ke daftar EOL Xiaomi:
- Xiaomi 12
- Xiaomi 12 Pro
- Xiaomi 12S Ultra
- Xiaomi Pad 6
- Xiaomi Pad 6 Pro
- Poco X5 5G
- Poco X5 Pro 5G
- Redmi Note 12T Pro
- Redmi K60E
- Redmi 10 5G
Perlu diingat, penambahan EOL kali ini juga bersifat spesifik per wilayah. Salah satunya adalah Xiaomi 12 Series yang ditujukan untuk pasar Tiongkok, Indonesia, dan Rusia. Lalu Poco X5 Series yang tersedia di versi regional tertentu.
Pax insight
Pengumuman EOL seperti ini memang sering terlewat, tapi dampaknya pada pengguna sebenarnya cukup besar. Sebab, banyak yang tak sadar kalau HP yang masih digunakan bukan berarti masih aman.
HP yang sudah memasuki masal EOL memang masih bisa dipakai untuk menelpon, browsing, atau aplikasi. Namun, di baliknya ada kerentanan keamanan yang bisa jadi akses pelaku kejahatan siber untuk masuk.
Oleh sebab itu, pengguna yang masih menggunakan perangkat dalam daftar tersebut disarankan untuk mengganti perangkatnya ke model yang lebih terbaru agar masih bisa mendapatkan update software terkini.



