AI
Jumat, 17 Juli 2026 15:04 WIB

Bikin avatar digital kini bisa langsung lewat Google Vids

Berkat integrasi dengan Gemini Omni, pengguna bisa bikin avatar digital mereka langsung di Google Vids.
Google Vids kini terintegrasi dengan Google Omni.

Google baru saja mengumumkan pembaruan masif untuk platform Google Vids dengan mengintegrasikan model AI multi-modal tercanggihnya, Gemini Omni, ke dalam platform tersebut. 

Pembaruan ini memungkinkan pengguna menciptakan avatar digital mereka dengan tampilan visual dan karakter yang sangat mirip dengan mereka sendiri, hanya bermodalkan unggahan selfie serta rekaman suara. 

Melalui pembaruan ini, raksasa teknologi itu tak lagi memposisikan Google Vids sekadar alat kerja biasa, melainkan membuatnya jadi platform kreasi video berbasis AI. 

Kenapa ini menarik? 

Kehadiran Gemini Omni mengubah Google Vids dari sekadar generator video dengan template menjadi alat produksi video yang sangat personal dan dinamis. 

Pengguna kini dapat melakukan revisi video secara bertahap layaknya berdiskusi dengan editor manusia, alih-alih harus mengulang proses render dari awal ketika ada kesalahan. Ini lompatan besar dalam efisiensi alur kerja pembuatan konten. 

Tak hanya memudahkan pembuatan konten, Google juga sudah menyiapkan sistem untuk mencegah penyalahgunaan kemampuan generator video ini. Jadi, ada protokol keamanan ketat yang diterapkan dalam teknologi ini. 

Kemampuan baru Google Vids

Integrasi model Gemini Omni membawa sejumlah perubahan arsitektur fungsional yang sangat signifikan pada platform ini:

  • Avatar Digital Kustom: Pengguan bisa membuat duplikasi wajah dan suara pengguna berbasis berkas infografis, seperti selfie dan voice note). Syaratnya, fitur ini hanya bisa diakses pengguna berusia minimal 18 tahun dan masih terbatas di wilayah tertentu. 
  • Penyuntingan Bertahap: Modifikasi elemen video secara berkala melalui instruksi teks terpisah. Jadi, pengguna dapat membatalkan atau mengubah detail tanpa perlu melakukan render ulang dari nol. 
  • Manipulasi Latar dan Efek Visual: Pengguna dapat mengganti latar belakang secara instan, memperbaiki pencahayaan video ponsel, serta menyematkan efek AI. Fitur ini bekerja dengan mengandalkan prompt dan gambar referensi yang diunggah pengguna. 

Proteksi ketat

Belajar dari kekacauan industri di mana platform AI video sering disalahgunakan untuk membuat konten deepfake, Google menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat pada pembaruan ini: 

  • Verifikasi Kepemilikan Akun: Avatar digital kustom yang dibuat wajib sesuai dengan kartu identitas wajah asli pemilik akun Google yang mengunggahnya. Jadi, pengguna tidak bisa menggunakan foto orang lain untuk membuat avatar palsu.
  • Invisible Watermarking: Setiap video yang diproduksi menggunakan teknologi avatar ini akan ditandai secara otomatis menggunakan teknologi pelacakan tak kasat mata bernama SynthID. Hal ini memudahkan deteksi sistem apakah video tersebut merupakan produk buatan manusia atau rekayasa AI.

Pax insight

Google Vids merupakan bagian dari paket berlangganan Google Workspace, sehingga memang mengincar pasar korporat untuk mempermudah mereka membuat konten. Namun, dukungan baru ini membuat Vids bisa bersaing dengan generator AI khusus video lainnya. 

Selain itu, Google tampaknya belajar dari kesalahan generator video sebelumnya yang kadang disalahgunakan untuk membuat konten deepfake. Karenanya, layanan ini hadir dengan solusi keamanan yang bisa diadopsi pengguna korporasi. 

Di sisi lain, dengan kemampuan yang ditawarkannya, Google Vids kini bisa membantu pengguna korporat membuat konten video presentasi yang lebih efisien, ditambah dengan kemampuan pengeditan bertahap.