Google baru saja mengonfirmasi kalau divisi hardware mereka terdampak krisis pasokan memori RAM global yang kian memburuk menjelang peluncuran lini Pixel 11 pada Agustus 2026. Kondisi ini memaksa perusahaan melakukan penyesuaian harga secara dinamis pada seluruh keluarga perangkat Pixel.
Akibatnya, ada kenaikan harga sebesar USD 100 pada varian Pixel 11, Pixel 11 Pro, hingga Pixel 11 Pro Fold. Kondisi ini juga berimbas pada pengurangan kapasitas RAM awal di varian Pixel 11 Pro menjadi 12GB.
Apa yang terjadi?
Krisis RAM global ini menjadi bukti nyata kalau industri teknologi konsumen tengah menghadapi hambatan rantai pasok yang cukup ekstrem. Dampaknya, sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google harus melakukan penyesuaian harga dan spesifikasi yang digunakan perangkat mereka.
Hal itu sudah dilakukan Google dengan mengurangi kapasitas RAM standar di Pixel 11 Pro. Bahkan, perusahaan juga disebut telah mengoptimalkan penggunaan RAM di tingkat kode Android sehingga performa sistem operasi itu tetap responsif, meski memakai RAM yang lebih efisien.
Di sisi lain, meski akan melakukan penyesuaian harga, Google menyatakan akan tetap menghadirkan sejumlah promosi hingga program trade-in untuk memudahkan konsumen mendapatkan perangkat besutan mereka.
“Belum pernah ada kenaikan harga memori seperti yang sedang dialami dunia saat ini. Realitas ekonominya telah berubah secara fundamental dan kami tidak kebal terhadap hal tersebut,” kata VP of Devices and Services Google Shakil Barkat.
Dampak krisis RAM ke lini Pixel 11
- Penyebab utama: Kenaikan harga RAM 1GB hingga 6 kali lipat (USD 2,80 pada 2025 menjadi USD 12 di 2026).
- Spesifikasi Pixel 11 Pro: Kapasitas RAM standar diturunkan dari 16GB menjadi 12GB.
- Estimasi kenaikan harga: Kenaikan harga sekitar USD 100 pada Pixel 11, 11 Pro, 11 Pro XL, dan 11 Pro Fold.
- Kapasitas penyimpanan: Varian dasar Pixel 11 dan 11 Pro dikabarkan menjadi 256GB untuk memperlunak dampak harga.
- Perangkat lama: Potensi penyesuaian harga pada ponsel yang sudah rilis, termasuk Pixel 10a.
Pax insight
Krisis pasokan RAM global yang dikonfirmasi Google menggambarkan kondisi industri smartphone ini. Meski tidak kebal terhadap kondisi kenaikan harga RAM saat ini, Google pun terpaksa melakukan penyesuaian ke produk yang akan dirilis.
Perubahan ini pun cukup strategis, seperti meningkatkan memori internal dasar menjadi 256GB dengan kenaikan harga sekitar USD 100. Langkah yang kemungkinan akan mengagetkan konsumen, tapi sebagai gantinya mereka akan mendapatkan memori dasar yang lebih besar.
Selain itu, krisis RAM ini juga memaksa Google untuk memprioritaskan efisiensi pemakaian memori di tingkat sistem operasi Android. Harapannya, perubahan ini tetap bisa memberikan pengalaman pemakaian yang tetap baik, meski perangkat Android tidak didukung kapasitas RAM yang besar.



