Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan enam tim pemenang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025, kompetisi bergengsi yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan teknologi untuk menjawab tantangan sosial. Program tahun ini mengusung dua tema strategis: Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga, yang mendorong peserta menciptakan solusi inovatif dengan dampak nyata bagi masyarakat.
MycoSense: Revolusi Pemantauan Tanah Berbasis Jamur dan AI
Juara pertama kategori SMA/sederajat diraih tim Fungaes dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin dengan MycoSense, sebuah terobosan luar biasa dalam pemantauan kualitas tanah. Sistem ini memanfaatkan jaringan miselium jamur alami yang dihubungkan dengan teknologi Edge-AI untuk mendeteksi polutan tanah secara real-time, mendukung pertanian berkelanjutan dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.
"Melalui SFT, kami mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan. Dengan latar belakang yang belum berpengalaman dalam machine learning maupun IoT, kami belajar dan berkembang. Dukungan materi dan mentoring dari Samsung dan Skilvul juga sangat membantu kami dalam mendapatkan akses pembelajaran dan sumber daya yang relevan," ungkap Talita Almira Salsabila, perwakilan tim Fungaes.
MycoSense merepresentasikan perpaduan sempurna antara bioteknologi dan kecerdasan buatan, membuktikan bahwa siswa SMA Indonesia mampu menghadirkan solusi setara dengan penelitian tingkat universitas.
EcoZone: Solusi Cerdas Limbah Pertanian
Posisi runner-up ditempati tim TIMSES dari MAN 2 Kota Malang dengan EcoZone, sistem pengolahan limbah cair industri pertanian berbasis electro-ozonation terintegrasi IoT. Inovasi ini menjawab tantangan nyata pencemaran lingkungan akibat limbah pertanian yang selama ini menjadi persoalan serius di Indonesia.
Dengan mengombinasikan proses elektro-ozonasi, teknologi oksidasi lanjut yang efektif mendegradasi polutan organik, dan sistem pemantauan IoT, EcoZone menawarkan solusi yang tidak hanya efisien tetapi juga dapat dimonitor secara real-time. Sistem ini memungkinkan petani dan industri pertanian mengelola limbah mereka dengan cara yang ramah lingkungan dan terukur.
Kandang H.I.J.A.U: Peternakan Pintar Bertenaga Surya
Tim R2045 NEST-X dari Madrasah Internasional Technonatura melengkapi podium juara dengan Kandang H.I.J.A.U, inovasi peternakan ayam otomatis yang mengintegrasikan smart sensor, kecerdasan buatan, dan tenaga surya. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional peternakan sambil menjaga keberlanjutan lingkungan melalui energi terbarukan.
Kandang H.I.J.A.U menunjukkan bagaimana teknologi dapat mentransformasi sektor tradisional seperti peternakan menjadi industri modern yang efisien dan ramah lingkungan. Dari pengaturan suhu otomatis hingga pemantauan kesehatan ternak berbasis AI, sistem ini memberikan solusi komprehensif bagi peternak skala kecil hingga menengah.
Komitmen Samsung: Memberdayakan Generasi Inovator
Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengungkapkan kebanggaan terhadap pencapaian peserta. "Kami bangga melihat semangat dan kreativitas luar biasa dari para peserta tahun ini. Mereka menunjukkan bahwa teknologi yang digerakkan oleh empati dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengubah ide menjadi solusi berdampak, sekaligus menunjukkan potensi besar Indonesia di tingkat global," katanya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen Samsung dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia, memberikan platform bagi talenta muda untuk berkembang dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dukungan Pemerintah: Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045
Program SFT 2025 mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Dr. Muhammad Muchlas Rowi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, menyampaikan, "Saya mengapresiasi inisiatif Samsung melalui program Samsung Solve for Tomorrow yang memberikan ruang bagi pelajar untuk berpikir kritis dan berinovasi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Program seperti ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, sains, dan teknologi, agar generasi muda Indonesia siap bersaing di tingkat global dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045."
Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama, juga memberikan apresiasi khusus, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang mendorong empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial.
Jalan Menuju Olimpiade Musim Dingin 2026
Tahun ini, SFT hadir dengan keistimewaan khusus melalui kolaborasi Samsung dan International Olympic Committee (IOC). Para pemenang kategori Social Change through Sport & Tech, termasuk tim Labmino dari Universitas Indonesia dengan RunSight (kacamata pintar AI untuk pelari tunanetra) dan tim KYGB dari Binus dengan Gesti Talk (penerjemah bahasa isyarat AI), akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Asia Tenggara dan Oseania.
Tim terbaik dari regional ini berpeluang menjadi 10 SFT Global Ambassadors di Olimpiade Musim Dingin 2026, membawa semangat inovasi Indonesia ke panggung dunia. Anthony Edbert Feriyanto dari tim Labmino menyatakan, "Bagi kami, Samsung Solve for Tomorrow 2025 bukan hanya perlombaan, ini adalah gerakan yang mendorong inovasi untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin karya kami menjadi bagian dari perubahan, dari Indonesia untuk dunia."
Dengan semangat "Together for Tomorrow!", Samsung berkomitmen terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan menciptakan solusi nyata yang membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia.



