Tesla mengumumkan akan mendesain ulang gagang pintu kendaraannya setelah NHTSA membuka investigasi pada 16 September 2025 terkait laporan anak-anak terjebak di dalam mobil, sebagaimana dilansir dari Engadget. Franz von Holzhausen, kepala desainer Tesla, mengonfirmasi dalam podcast Bloomberg bahwa perusahaan sedang mengembangkan sistem yang menggabungkan mekanisme elektronik dan manual dalam satu tombol.
NHTSA menyelidiki sekitar 174.000 Tesla Model Y 2021 setelah menerima sembilan laporan gagang pintu elektronik tidak berfungsi akibat voltase baterai rendah. Dalam empat kasus, orang tua terpaksa memecahkan kaca jendela untuk mengeluarkan anak mereka dari dalam mobil. Tidak ada peringatan baterai lemah yang muncul sebelum gagang pintu berhenti bekerja.
"Terjebak di dalam kendaraan sangat mengkhawatirkan dalam situasi darurat, terutama ketika anak-anak terjebak di mobil yang panas," kata NHTSA. Meski Tesla memiliki manual release di dalam kabin, anak-anak seringkali tidak bisa menjangkau atau mengoperasikannya.
Masalah ini bukan hal baru. Tesla menggunakan flush door handle yang ditenagai baterai 12 volt untuk memberikan kesan futuristik seperti iPhone. Namun, desain ini bermasalah karena mobil bukan ponsel, keselamatan tidak boleh dikorbankan demi estetika. Manual release tersembunyi di lokasi berbeda untuk setiap model dan sulit ditemukan dalam situasi panik.
Von Holzhausen mengatakan: "Ide menggabungkan elektronik dan manual menjadi satu tombol sangat masuk akal. Itu yang sedang kami kerjakan". Dia tidak menjelaskan timeline implementasi, namun mengindikasikan Tesla sedang mempelajari detail redesign di Tiongkok.
Investigasi ini mengikuti serangkaian insiden berbahaya terkait pintu Tesla. Pada April 2025, Alijah Arenas, pemain basket USC, hampir tewas terjebak dalam Cybertruck yang terbakar setelah menabrak pohon. Dia bertahan dengan menyiram tubuhnya dengan air sambil asap memenuhi kabin. Pada 2024, keluarga korban yang tewas terbakar dalam Model 3 menggugat Tesla karena gagal memperbaiki cacat desain meski sudah 200 kebakaran melibatkan mobil mereka.
Tesla berencana membuat sistem hybrid electronic-manual yang menggabungkan kedua mekanisme dalam satu kontrol intuitif. Ini akan mengatasi masalah utama: gagang elektronik gagal saat baterai lemah dan manual release tersembunyi sulit dijangkau. Desain ulang bertujuan membuat keluar lebih mudah terutama "dalam situasi panik".



