Hibura
Senin, 13 April 2026 16:05 WIB

Rockstar Games kebobolan, hacker ancam akan bocorkan data

Rockstar Games dilaporkan telah diserang sekelompok hacker yang meminta uang tebusan atau data yang dicuri akan disebar ke publik.

Insiden keamanan kembali terjadi pada developer Grand Theft Auto (GTA), Rockstar Games. Kali ini, insiden diklaim dilakukan oleh kelompok hacker yang mengaku bernama ShinyHunter. 

Apa yang terjadi? 

Dilaporkan, ShinyHunter baru-baru ini mengklaim telah menyusup ke server cloud milik RockStar Games. Terkait insiden ini, pengembang mengatakan memang ada pelanggaran data pihak ketiga, tapi data yang bocor sifatnya terbatas. 

Kendati demikian, insiden ini tetap menarik perhatian publik, termasuk para pemain. Sebab, tak sedikit dari mereka khawatir data miliknya akan jatuh ke tangan yang salah dan dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. 

Selain itu, insiden mengingatkan kembali pada kebocoran serupa yang terjadi pada 2022. Ketika itu, aksi kelompok peretas Lapsus$ berhasil membocorkan gameplay dari GTA VI ke publik. 

Insiden kebocoran data Rockstar Games

- Pelaku: ShinyHunter diketahui bukan pemain baru. Mereka memiliki rekam jejak membobol perusahaan teknologi seperti Microsoft, Google, hingga Ticketmaster. 

- Ancaman: Peretas memberikan tenggat waktu hingga 14 April 2026 bagi Rockstar untuk menghubungi mereka, sebelum data tersebut disebar ke publik. 

- Korban: Rockstar menyatakan kalau data yang dapat diakses adalah informasi perusahaan non-material, dan menjamin tidak ada dampak pada data pemain. 

Pax insight

Saat ini, tinggal menunggu langkah Rockstar selanjutnya menanggapi ancaman para pelaku. Namun yang pasti, insiden ini menunjukkan reputasi keamanan perusahaan tersebut dipertaruhkan, karena bukan yang pertama kali terjadi.