Setelah penantian yang terasa sangat panjang, Capcom akhirnya membawa kabar gembira bagi para penggemar game aksi fiksi ilmiah. Game berjudul Pragmata, yang sudah lama tertunda, kini resmi memiliki tanggal rilis. Anda bisa mulai memainkannya pada tanggal 24 April 2026, dilansir dari Engadget. Game ini akan tersedia di berbagai platform, mulai dari Steam (PC), PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan yang mengejutkan, juga dikonfirmasi akan hadir untuk konsol Nintendo Switch 2.
Bagi Anda yang sudah tidak sabar dan enggan menunggu hingga empat bulan lagi, Capcom memberikan kesempatan emas untuk mencicipi game ini lebih awal. Sebuah demo permainan sudah tersedia dan bisa diunduh sekarang juga melalui platform Steam. Sayangnya, untuk pengguna konsol, demo ini baru akan tersedia di kemudian hari.
Perjalanan Pragmata menuju rilis memang cukup berliku. Game ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2020 dengan rencana awal rilis di tahun 2022. Namun, setelah mengalami serangkaian penundaan, game ini akhirnya baru akan tiba di tangan pemain empat tahun lebih lambat dari jadwal semula. Meski begitu, karena ini adalah judul pertama dari sebuah waralaba baru Capcom, keputusan untuk memakan waktu lebih lama demi menyempurnakan kualitas game tentu bisa dimaklumi.
Cerita Pragmata berlatar di masa depan yang suram (distopia). Pemain akan mengikuti kisah dua tokoh utama yang harus bekerja sama: Hugh Williams, seorang pria dengan baju zirah tempur yang berat, dan Diana, seorang android yang memiliki kekuatan khusus. Keduanya memiliki misi berat untuk melarikan diri dari sebuah stasiun penelitian di bulan yang telah dikuasai oleh robot-robot jahat.
Kerja sama tim menjadi kunci utama dalam permainan ini. Untuk mengalahkan musuh-musuh mekanik tersebut, Diana harus menggunakan kemampuan meretasnya untuk melumpuhkan sistem pertahanan lawan dan membuka titik lemah mereka. Setelah pertahanan terbuka, giliran Hugh yang masuk untuk melancarkan serangan fisik yang mematikan.
Pax Insight
Penundaan panjang Pragmata hingga empat tahun dari jadwal aslinya mencerminkan tren industri game modern yang semakin berhati-hati. Capcom tampaknya belajar dari kesalahan studio lain yang terburu-buru merilis game "setengah matang" (seperti kasus Cyberpunk 2077 di awal rilis). Dengan berani menunda demi kualitas, Capcom mempertaruhkan reputasi mereka pada satu premis: pemain akan memaafkan keterlambatan, tetapi tidak akan melupakan game yang buruk. Jika Pragmata sukses, ini akan menjadi bukti bahwa kesabaran dalam pengembangan, meski menyakitkan bagi investor dan fans, adalah resep terbaik untuk melahirkan waralaba legendaris baru.



