NASA saat ini sedang mengerjakan persiapan terakhir untuk Artemis 2, yang akan menjadi misi berawak pertama di bulan selama lebih dari lima puluh tahun. Target awal peluncuran pada bulan April telah dipercepat menjadi 6 Februari 2026.
Badan antariksa tersebut segera memindahkan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion menuju landasan peluncuran di Florida. Perjalanan dari gedung perakitan ke lokasi peluncuran diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 jam menggunakan kendaraan pengangkut raksasa.
Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan pengecekan teknis menyeluruh, proses pemindahan direncanakan dimulai pada 17 Januari. Sebelum roket benar-benar meninggalkan Bumi, tahap pemindahan menjadi titik penting yang menunjukkan kesiapan perangkat keras.
Dilansir dari laman Engadget (12/01), empat astronaut yang dipilih akan melakukan perjalanan ruang angkasa dalam misi Artemis 2, yang akan berlangsung selama sepuluh hari. Tujuan utama perjalanan ini adalah untuk menguji sistem pendukung kehidupan di dalam kapsul Orion, yang akan memastikan keamanan misi masa depan.
Kapsul akan mengorbit Bumi dua kali sebelum meluncur ke bulan untuk menguji sistem navigasi. Setelah itu, kru akan terbang melewati sisi jauh bulan selama 4.700 mil, mencatatkan jarak terjauh yang pernah dilalui manusia dari Bumi sejak era Apollo.
Jika semua tahapan teknis berjalan mulus, NASA akan menggelar simulasi pengisian bahan bakar penuh pada akhir Januari. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem roket bekerja sempurna dalam kondisi dingin yang ekstrem sebelum hari peluncuran tiba.
Pax Insight
Keberhasilan misi Artemis 2 akan menjadi pencapaian sejarah baru yang membuktikan bahwa teknologi manusia kini sudah jauh melampaui era pendaratan bulan pertama. Bagi kita di Bumi, misi ini bukan sekadar soal perjalanan jauh, melainkan simbol keberanian untuk kembali menjelajahi ruang angkasa secara berkelanjutan demi masa depan umat manusia.



