Sains
Senin, 8 Juni 2026 16:07 WIB

Prada rancang pakaian dalam astronot NASA untuk misi ke Bulan

Prada resmi memperkenalkan Liquid Cooling and Ventilation Garment, pakaian dalam astronaut NASA yang dikembangkan bersama Axiom Space.
Ilustrasi: Pinterest

Rumah mode Italia Prada resmi memperkenalkan pakaian dalam yang akan dikenakan astronot NASA dalam misi ke bulan. Ini merupakan langkah yang menegaskan Prada menjadi merek luxury pertama yang benar-benar masuk ke industri luar angkasa. 

Produk bernama Liquid Cooling and Ventilation Garment ini dikembangkan bersama Axiom Space, perusahaan infrastruktur luar angkasa yang berbasis di Houston, Amerika Serikat. Pakaian ini diperkenalkan dalam sebuah acara di toko Prada Manhattan, AS. 

Pakaian body-hugging ini dilengkapi dengan tabung ventilasi yang dirajut langsung ke dalam garmen untuk mengatur suhu tubuh astronot dalam kondisi luar angkasa yang ekstrem.

Apa yang penting? 

Merek luxury sudah lama terinspirasi oleh perjalanan luar angkasa, tapi Prada telah mewujudkannya untuk hadir di industri. Terlebih, pakaian ini akan benar-benar dikenakan manusia yang pergi ke bulan. 

Menurut CEO Axiom Space Jonathan Cirtain, lewat kolaborasi ini menunjukkan ahli yang mengembangkan produk eksplorasi luar angkasa bisa datang dari banyak industri, bahkan yang tidak berkaitan. 

Kolaborasi Prada dan Axiom Space

Pakaian ini bukan produk pertama dari kemitraan Prada dan Axiom Space yang sudah memulainya sejak 2024: 

  • Spacesuit pertama: Di 2024, Prada memperkenalkan spacesuit lengkap yang dirancang untuk digunakan dalam misi NASA Artemis 4, pendaratan bulan yang dijadwalkan pada 2028. Peluncuran ini menandai debut dramatis Prada di dunia mode luar angkasa.
  • Spacesuit kedua: Liquid Cooling and Ventilation Garment ini merupakan lapisan dalam yang dikenakan di bawah spacesuit, komponen yang sama pentingnya, tapi jarang mendapat sorotan publik. 

Pax insight

Prada dan Axiom Space merupakan kolaborasi yang terlihat sangat berbeda, tapi sangat masuk akal. Sebab, industri luxury dan industri luar angkasa berbagi hal yang sama, yakni eksklutivitas, teknologi terdepan, dan akses ke pengalaman yang tidak bisa dimiliki semua orang. 

Di samping itu, dari perspektif bisnis jangka panjang, kolaborasi ini juga terbilang logis, mengingat pariwisata luar angkasa untuk kalangan terbatas bukan lagi konsep fiksi ilmiah, seperti yang sudah dilakukan oleh Blue Origin.