Meta memperluas fitur Akun Remaja yang sebelumnya hadir di Instagram ke platform Facebook dan Messenger di Indonesia, menyusul hasil survei yang menunjukkan dukungan kuat dari orang tua dan wali.
Survei daring oleh Ipsos atas nama Meta terhadap 1.001 orang tua/wali anak usia 13–17 tahun menemukan 91% mendukung penciptaan akun khusus remaja dengan perlindungan tambahan dan 92% menilai Akun Remaja Instagram bermanfaat bagi orang tua. Angka ini memperkuat argumen bahwa perlindungan konsisten lintas platform diperlukan untuk menjaga keselamatan digital anak muda.
Akun Remaja dirancang dengan fitur bawaan yang membatasi siapa yang dapat menghubungi remaja dan jenis konten yang ditampilkan, serta pengaturan yang membantu memastikan penggunaan media sosial lebih positif.
Untuk pengguna di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan yang membuat pengalaman lebih longgar memerlukan persetujuan orang tua atau wali, sehingga kontrol keluarga tetap terjaga. Meta menekankan pendekatan seimbang: melindungi remaja tanpa sepenuhnya menutup peluang mereka untuk belajar, bersosialisasi, dan mengeksplorasi minat.
Ekspansi ke Facebook dan Messenger diharapkan memberi ketenangan lebih bagi orang tua sekaligus menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja untuk berinteraksi. Meta menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dan bermitra dengan keluarga serta komunitas demi pengalaman daring yang lebih aman dan positif.
Dengan langkah ini, Indonesia menjadi salah satu pasar di mana perlindungan remaja di dunia digital diperkuat melalui kebijakan produk yang mempertimbangkan kebutuhan orang tua dan hak remaja untuk tetap terhubung secara aman.



