TikTok akhirnya menyelesaikan kesepakatan penting untuk operasinya di Amerika Serikat. Dilansir dari Engadget, induk perusahaan ByteDance menjual sebagian besar sahamnya kepada konsorsium investor non-Tiongkok demi menghindari ancaman pemblokiran.
Kenapa penting: Kesepakatan ini menutup bab panjang ketidakpastian regulasi yang berlangsung sejak masa pemerintahan Trump. Dengan struktur kepemilikan baru, aplikasi TikTok dipastikan tetap beroperasi di AS dengan pengaruh Tiongkok yang jauh lebih kecil.
Detail kesepakatan:
- ByteDance kini hanya memegang 20% saham di entitas baru.
- 80% saham sisanya dikuasai investor, dengan pemain utama Oracle, Silver Lake, dan MGX (investasi milik negara UEA) masing-masing mengambil porsi 15%.
- Investor lain termasuk firma milik CEO Dell, Michael Dell.
Bagaimana cara kerjanya: Fokus utama entitas baru ini adalah kedaulatan data.
- Cloud Aman: Data pengguna AS disimpan dalam lingkungan cloud milik Oracle.
- Algoritma Lokal: Algoritma TikTok akan dilatih ulang khusus dengan data pengguna AS, terpisah dari sistem global ByteDance.
- Cakupan: Pengamanan ini juga berlaku untuk aplikasi saudara TikTok, yakni CapCut dan Lemon8.
Catatan penting: Meski terpisah secara operasional, TikTok tetap menjanjikan interoperabilitas. Pengguna AS akan tetap bisa menikmati konten internasional, sementara kreator AS tidak kehilangan akses ke audiens global mereka.
Siapa yang memimpin: Entitas baru ini akan diawasi oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, mayoritas warga negara AS. Susunan ini mencakup CEO TikTok Shou Chew, Co-CEO Silver Lake Egon Durban, serta eksekutif dari Oracle dan MGX.
Pax Insight
Dengan kesepakatan ini, TikTok berhasil mempertahankan kehadirannya di AS sekaligus meredakan kekhawatiran soal pengaruh Tiongkok. Struktur kepemilikan baru yang menekankan keamanan data dan kontrol lokal menjadi fondasi penting bagi masa depan aplikasi ini di pasar Amerika.



