Meta mengumumkan ambisi besar untuk menjadi "Android-nya industri robotika" dengan mengembangkan platform software robot yang dapat dilisensikan ke manufaktur lain, bukan fokus pada hardware, seperti dilansir dari Engadget. CTO Andrew Bosworth menyebutnya sebagai "AR-size bet" yang akan menghabiskan miliaran dollar, mirip investasi Meta di augmented reality.
Berbeda dengan Tesla, Apple, dan Google yang fokus pada robot fisik, Meta memilih jalur lisensi software. "Saya tidak khawatir menjadi manufaktur hardware," kata Bosworth. "Software adalah kepentingan utama, bukan hardware." Meta mengembangkan prototipe "Metabot" hanya untuk testing platform software yang nantinya dapat digunakan robot manapun yang memenuhi spesifikasi tertentu.
Proyek ini dipimpin Marc Whitten, mantan CEO Cruise (divisi mobil otonom General Motors), sebagai VP Robotics Meta. Tim juga mencakup Sangbae Kim dari MIT yang disebut Bosworth sebagai "roboticist taktis terbaik saat ini", Jinsong Yu (arsitek software Orion AR glasses), dan Ning Li (veteran 15 tahun Meta).
Meta menggabungkan tim robotika dengan Superintelligence Labs yang dipimpin mantan CEO Scale AI Alexandr Wang untuk membangun "world model", sebuah AI yang memahami fisika dunia nyata. Fokus utama adalah dexterous manipulation: mengajarkan robot mengambil gelas air tanpa menghancurkan atau menumpahkannya.
"Robot bisa berdiri, berlari, bahkan backflip karena tanah adalah permukaan stabil. Tapi mengambil kunci dari saku jeans? Itu hampir mustahil," jelasnya, mencontohkan tantangan manipulasi objek rapuh.
Februari 2025, Meta dilaporkan mengembangkan robot untuk tugas rumah tangga seperti membersihkan dan melipat cucian. Berkolaborasi dengan Circus SE di Munich, Jerman, telah menerapkan robot CA-1 pertama Meta di kantor untuk pengujian di dunia nyata. Ini memberikan data berharga untuk mengembangkan kemampuan robot di lingkungan.
Meta memasuki arena yang ramai. Tesla rutin demo Optimus robot, Apple mengembangkan home robot dengan lengan meja berlayar, Google DeepMind meluncurkan AI tools untuk robotika. Namun pendekatan software-first Meta berpotensi menguasai seluruh ekosistem tanpa terikat satu hardware tertentu.



