Hibura
Selasa, 16 Desember 2025 15:06 WIB

Google hentikan layanan pantau dark web gratis

Google mengumumkan akan segera pensiunkan alat pemantau "dark web" gratis mereka mulai awal tahun depan.
Ilustrasi: Pinterest

Kabar penting bagi Anda yang peduli dengan keamanan data pribadi. Google mengumumkan akan segera pensiunkan alat pemantau "dark web" gratis mereka mulai awal tahun depan, dilansir dari Engadget. Alat ini sebelumnya sangat bermanfaat untuk memberitahu pengguna apakah informasi sensitif seperti nama, alamat email, atau nomor telepon mereka bocor di sisi gelap internet, yang biasanya menjadi sarang jual-beli data hasil peretasan.

Awalnya, fitur ini adalah layanan eksklusif bagi pelanggan berbayar Google One. Namun, pada pertengahan tahun 2024, Google berbaik hati membukanya untuk semua pengguna secara gratis. Sayangnya, umur layanan gratis ini tidak panjang.

Alasan penutupan ini cukup menarik. Dalam email pengumumannya, Google menjelaskan bahwa berdasarkan masukan pengguna, laporan yang diberikan alat ini dianggap "kurang memberikan langkah lanjutan yang bermanfaat." Selama ini, alat tersebut hanya berfungsi sebagai pemberi peringatan. Pengguna diberi tahu bahwa data mereka bocor dan dari insiden peretasan mana kebocoran itu berasal, tetapi tidak ada panduan jelas mengenai apa yang harus dilakukan setelahnya untuk mengamankan diri.

Sebagai gantinya, Google berjanji akan mengalihkan fokus mereka untuk mengembangkan alat-alat baru yang lebih solutif. Mereka ingin memberikan fitur yang tidak hanya membuat panik dengan kabar kebocoran data, tetapi juga memberikan instruksi langkah demi langkah yang jelas dan bisa langsung dipraktikkan oleh pengguna untuk melindungi akun mereka.

Secara teknis, Google akan berhenti memantau hasil pencarian baru di dark web mulai tanggal 15 Januari 2026. Sebulan kemudian, tepatnya pada 16 Februari 2026, akses ke laporan data yang sudah ada akan dihapus sepenuhnya dari akun pengguna. Bagi Anda yang ingin berhenti lebih awal, Anda bisa menghapus profil pemantauan Anda sekarang juga melalui halaman pengaturan akun Google.

Pax Insight

Keputusan Google ini menyoroti masalah klasik dalam keamanan siber untuk orang awam: informasi tanpa solusi hanya akan menimbulkan kecemasan. Memberi tahu seseorang bahwa "kunci rumahnya dicuri" tanpa memberi tahu cara "mengganti gemboknya" adalah hal yang sia-sia. Langkah Google untuk beralih ke alat yang lebih bisa ditindaklanjuti adalah evolusi yang tepat, agar keamanan digital tidak lagi sekadar notifikasi menakutkan, tetapi menjadi serangkaian tindakan pencegahan yang nyata.