Hibura
Rabu, 15 Oktober 2025 13:04 WIB

GM hentikan pengembangan sel bahan bakar hidrogen

General Motors mengumumkan penghentian pengembangan sel bahan bakar hidrogen melalui merek HYDROTEC.
Sumber: internetsearchinc

General Motors mengumumkan penghentian pengembangan sel bahan bakar hidrogen melalui merek HYDROTEC, dilansir dari Engadget. Perusahaan otomotif raksasa Amerika Serikat ini akan mengalihkan fokus penelitian dan pengembangannya ke teknologi baterai, pengisian daya, dan kendaraan listrik.

GM menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena terbatasnya infrastruktur dan tingginya biaya operasional sel bahan bakar hidrogen untuk kendaraan konsumen. Teknologi yang sempat dipandang sebagai masa depan transportasi ramah lingkungan ini ternyata belum mampu bersaing dengan kendaraan listrik berbaterai dalam hal kepraktisan dan efisiensi biaya.

Meski menghentikan pengembangan untuk kendaraan konsumen, GM akan melanjutkan kerja sama dengan Honda melalui usaha patungan Fuel Cell System Manufacturing. Kerja sama ini akan fokus pada produksi sel bahan bakar untuk pusat data dan pembangkit listrik, di mana teknologi hidrogen masih memiliki potensi aplikasi yang lebih menguntungkan.

Keputusan GM sejalan dengan tren industri otomotif global. Pada Februari lalu, Toyota juga mengambil langkah serupa dengan mengalihkan proyek sel bahan bakar hidrogen dari aplikasi konsumen ke industri. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas produsen mobil kini lebih optimis terhadap teknologi baterai lithium untuk kendaraan pribadi.

Infrastruktur pengisian hidrogen yang masih terbatas, biaya produksi yang tinggi, dan kompleksitas penyimpanan menjadi kendala utama teknologi ini. Sebaliknya, kendaraan listrik berbaterai terus mengalami penurunan biaya produksi dan peningkatan jangkauan, membuat mereka lebih menarik bagi konsumen.

Dengan keputusan ini, GM bergabung dengan deretan produsen otomotif yang memprioritaskan elektrifikasi melalui teknologi baterai sebagai strategi utama menuju masa depan transportasi berkelanjutan.