Ekonomi aplikasi seluler global menunjukkan ketahanan pada 2025 dengan lonjakan instalasi dan sesi masing-masing 11% dan 10% YoY pada paruh pertama tahun ini, menandakan bahwa pemasar berhasil menyesuaikan strategi melalui pemanfaatan AI, personalisasi, dan fokus pada retensi pengguna.
Adjust memperkenalkan Growth Score sebagai tolok ukur terintegrasi yang menimbang instalasi, efisiensi biaya per instalasi, sesi per pengguna per hari, dan retensi, memberi pengambil keputusan pemasaran metrik yang lebih bermakna untuk menilai peluang pertumbuhan di tengah perubahan signifikan pada regulasi privasi dan pengukuran data.
Asia Pasifik menonjol sebagai pemimpin regional dengan Growth Score jauh di atas rata-rata global, didorong oleh kombinasi skala pengguna, biaya akuisisi yang efisien, dan tingkat keterlibatan yang tinggi. Pasar berkembang seperti India dan Indonesia menunjukkan momentum kuat, sementara subvertikal gim, musik, kartu, dan papan permainan menjadi pendorong utama keterlibatan pengguna di kawasan ini.
Selain itu, lonjakan e-commerce dan adopsi teknologi privasi-pertama serta AI turut mempercepat pertumbuhan aplikasi di APAC, memperlihatkan pergeseran perilaku konsumen dan efisiensi transaksi digital.
Dampak ekonomi nyata terlihat dalam proyeksi pendapatan gim APAC yang besar, mencerminkan popularitas e-sports, demografi muda, dan perluasan model monetisasi hibrida yang menggabungkan pembelian dalam aplikasi, iklan, dan langganan.
Dengan analisis lebih dari 5.000 aplikasi, laporan Adjust menegaskan bahwa kemenangan jangka panjang kini bergantung bukan hanya pada volume instalasi, tetapi pada kualitas pengguna, efisiensi biaya, dan retensi yang berkelanjutan, faktor yang akan menentukan strategi akuisisi dan investasi pemasaran di tahun-tahun mendatang.



