Gawai
Senin, 9 Februari 2026 14:03 WIB

Benchmark buktikan Qualcomm X2 Elite punya potensi tinggi

Dalam sebuah pengujian yang dilakukan Hardware Canucks, Qualcomm X2 Elite punya potensi sebesar Apple M5.

Qualcomm tampaknya tidak main-main dalam mengejar ketertinggalan mereka dari Intel dan AMD dalam mengmbangkan chipset untuk laptop. Kini, mereka menghadirnan X2 Elite, yang dikabarkan hanya mengonsumsi daya 31W namun memiliki performa yang dapat bersaing dengan para pesaingya.

Apa yang ditawarkan Qualcomm?

Dalam sebuah video uang diunggah oleh Hardware Canucks, bekerjasama dengan ASUS, mereka melakukan benchmark pada jajaran laptop Zenbook terbaru. Mereka mendapatkan akses ke laptop sampel, yang mungkin akan memiliki performa yang agak berbeda.

Semua pengujian dilakukan dengan silikon terbaru Qualcomm yang beroperasi pada 31W, artinya konsumsi dayanya hanya 5W lebih tinggi daripada M5, yang mencapai batas maksimal 26W.

Hasil benchmark Qualcomm X2 Elite

Berdasarkan pengujian Hardware Canucks pada unit pra-produksi ASUS Zenbook:

Cinebench 2024 (single-core)

  • Snapdragon X2 Elite  - 146 (35,2 persen lebih cepat daripada Snapdragon X Elite)
  • Snapdragon X Elite  - 108
  • M5  - 200 (37 persen lebih cepat dari Snapdragon X2 Elite)

Cinebench 2024 (multi-core)

  • Snapdragon X2 Elite  - 1.432 (24,2 persen lebih cepat dari M5, 48,7 persen lebih cepat dari Snapdragon X Elite)
  • Snapdragon X Elite  - 963
  • M5  - 1.153

Blender 5.01 (lebih rendah lebih baik)

  • Snapdragon X2 Elite  - 3:31
  • Snapdragon X Elite  - 5:24
  • M5  - 5:33

Handbrake (lebih rendah lebih baik)

  • Snapdragon X2 Elite  - 3:29
  • Snapdragon X Elite  - 5:32
  • M5  - 5:14

DaVinci Resolve 20.3 (lebih rendah lebih baik)

  • Snapdragon X2 Elite  - 22:06
  • Snapdragon X Elite  - 33:16
  • M5  - 09:43

Pax insight

Meski memiliki hasil yang berkilauan, hasil ini berasal dari sampel pra-produksi dengan driver awal. Meski demikian, pengujian di awal ini sudah bisa memberikan kita bayangan terhadap chipset Qualcomm X2 Elite yang akan diluncurkan akhir tahun ini.

Selain itu, menurut tim Pax.id, perang silikon ARM akan makin panas. Qualcomm kini memiliki senjata nyata untuk menantang dominasi MacBook, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kinerja multi-thread berat di ekosistem Windows.