Hibura
Selasa, 14 Juli 2026 17:07 WIB

Dalam 24 jam penjualan Assassin's Creed Black Flag Resynced terjual 2 juta salinan

Dalam sebuah kabar terbaru terungkap bahwa Assassin's Creed Black Flag Resynced berhasil terjual 2 juta salinan dalam 24 jam saja.

Nostalgia para gamer kembali membawa Ubisoft meraup keuntungan yang cukup besar. Soalnya, data penjualan terbaru mengonfirmasi bahwa Assassin's Creed Black Flag Resynced sukses mencetak angka penjualan fantastis sebanyak dua juta unit hanya dalam kurun waktu 24 jam pertama sejak peluncuran resminya pada tanggal 9 Juli 2026 kemarin.

Selain menguasai tangga pendapatan ritel, mahakarya ini juga sukses mengudeta posisi teratas sebagai konten yang paling banyak ditonton secara global di platform siaran langsung Twitch pada hari perilisannya.

Apakah ini tanda kebangkitan Ubisoft?

Lompatan angka penjualan ini menjadi angin segar bagi kelangsungan bisnis waralaba Ubisoft yang sempat tertekan. Keberhasilan Resynced mencetak rekor baru dengan menyentuh angka 104.000 pemain aktif bersamaan di platform Steam kemarin malam membuktikan bahwa selera pasar dunia masih sangat haus akan formula petualangan klasik Edward Kenway. Namun, sentimen positif dari jutaan pemain konsol saat ini terasa sangat kontras dengan kepedihan internal tim pengembang Ubisoft Barcelona yang tetap harus menerima pil pahit pengurangan 51 staf tepat setelah mereka merampungkan proyek mahakarya ini.

Apa saja detailnya?

Kebanggaan Manajemen Merek dan Catatan Istimewa Edward Kenway

  • Apresiasi Tertinggi untuk Komunitas: Kepala Manajemen Merek Assassin's Creed, Martin Schelling, melempar pernyataan emosional dengan menyebut bahwa petualangan bajak laut ini selalu memiliki tempat paling sakral di hati para kru internal dan juga para penggemar. Bagi Schelling, melihat jutaan pasang layar langsung membentangkan layar kapal perang Jackdaw di hari pertama merupakan bentuk imbalan paling mewah yang melampaui segala target komersial perusahaan.
  • Kualitas Sasis Visual Generasi Baru: Penilaian tinggi dari pengamat Wccftech Kai Tatsumoto mempertegas bahwa di luar hilangnya beberapa konten cerita sampingan, proyek ini berhasil menjelma sebagai bentuk definitif dari apa yang ingin dicapai oleh studio Ubisoft Montreal satu dekade silam. Seluruh perombakan pada sistem navigasi dan pertempuran laut menjadikan produk ini sebagai salah satu petualangan visual tercantik yang pernah diproduksi oleh industri modern.

Bocoran Seri Masa Depan Hexe dan Kembalinya Mentor Legendaris Ezio

  • Proyeksi Target Peluncuran Baru: Di tengah riuh rendah perayaan kemenangan tersebut, perhatian para antusias teknologi kini mulai teralihkan pada proyeksi masa depan Ubisoft. Lini seri utama berikutnya yang saat ini masih memegang kode nama Assassin's Creed Hexe dilaporkan tengah dibidik oleh manajemen untuk bisa meluncur resmi ke pasar pada pertengahan tahun depan.
  • Kembalinya Darah Suci Keluarga Auditore: Rangkaian dokumen internal yang bocor ke dunia maya menyodorkan kejutan yang sangat menggemparkan bagi para penggemar garis keras. Seri Hexe dirumorkan bakal membawa kembali sosok karakter paling ikonik dalam sejarah industri game yaitu Ezio Auditore sebagai sosok mentor bijak dari balik bayang-bayang. Kehadiran Ezio dinilai sangat masuk akal karena karakter utama wanita dalam seri Hexe bernama Anika dilaporkan memiliki keterikatan darah biologis langsung dengan silsilah garis keturunan suci keluarga Auditore asal Italia tersebut.

Pax insight

Fenomena ledakan penjualan dua juta kopi di pertengahan bulan Juli 2026 ini mempertegas bahwa taktik meremajakan judul game legendaris masa lalu jauh lebih efektif mendatangkan uang tunai kilat daripada memproduksi judul baru yang penuh risiko bagi finansial Ubisoft. Keberhasilan ini sekaligus meletakkan batu fondasi yang sangat kokoh untuk menyambut kedatangan seri Hexe tahun depan yang siap mengeksploitasi faktor nostalgia kembalinya Ezio Auditore. Tugas besar bagi manajemen Ubisoft saat ini adalah memastikan alur komunikasi publik mereka tetap terjaga dengan baik agar sentimen negatif seputar pemecatan massal staf Barcelona tidak sampai mengaburkan antusiasme pasar yang sedang membara terhadap masa depan waralaba jubah putih ini.