Gawai
Kamis, 22 Januari 2026 16:54 WIB

Samsung Galaxy A57 dan A37 segera hadir, bawa performa 3nm dan penerapan AI di kelas menengah

Samsung akan merilis Galaxy A57 dan A37 pada Maret 2026 untuk memperkuat segmen kelas menengah di pasar global.
Ilustrasi

Samsung akan merilis Galaxy A57 dan A37 pada Maret 2026 untuk memperkuat segmen kelas menengah di pasar global, termasuk Indonesia. Fokus utamanya bukan desain baru, melainkan peningkatan efisiensi chipset dan fitur AI.

Galaxy A57 diproyeksikan menggunakan chipset Exynos berbasis 3nm. Teknologi ini memungkinkan kinerja lebih stabil dan konsumsi daya lebih rendah, karakteristik yang sebelumnya terbatas di perangkat flagship. Desain fisik diperkirakan tidak berubah signifikan dari Galaxy A56.

Galaxy A57: efisiensi 3nm

Tidak ada perubahan desain besar dibanding Galaxy A56. 

  • Chipset Exynos 1680 (3nm) menjadi peningkatan utama. 
  • Fabrikasi 3nm berarti:
    • Konsumsi daya lebih rendah
    • manajemen panas lebih stabil
    • performa GPU lebih konsisten untuk gaming dan multitasking.
  • Spesifikasi lain dipertahankan:
    • layar 6,6 inci Super AMOLED
    • kamera utama 50MP
    • baterai 5.000mAh dengan fast charging 45W.

Intinya: Galaxy A57 meningkatkan pengalaman penggunaan, bukan tampilan fisik.

 

Galaxy A37: Opsi lebih murah, kompromi terukur

  • Diposisikan sebagai opsi lebih terjangkau dari A57.
     
  • Menggunakan chipset Exynos 1580 (4nm):
    • cukup untuk penggunaan harian dan multitasking
    • tidak ditujukan untuk performa berat jangka panjang
       
  • Layar:
    • Super AMOLED,
    • refresh rate 90Hz, dengan peluang naik ke 120Hz.
       
  • Kamera utama tetap 50MP,
    • tanpa OIS tingkat lanjut seperti A57.

Intinya: A37 menawarkan nilai, bukan performa maksimum.

 

Visi Besar: AI untuk semua

Kehadiran Galaxy A57 dan A37 tidak bisa dilepaskan dari visi besar Samsung tahun ini. Mengutip op-ed dari TM Roh (President & Head of MX Business Samsung), AI tidak lagi eksklusif untuk seri S. Hal ini dipertegas oleh Won-joon Choi, COO Samsung, yang menyatakan bahwa "semua perangkat Samsung akan memiliki AI, bukan hanya flagship, tapi juga mid-range dan entry-level."

Ini berarti Galaxy A57 dan A37 bukan sekadar ponsel pintar biasa. Keduanya diproyeksikan hadir dengan fitur-fitur seperti AI Camera Optimization, AI Battery Management, hingga Live Translate versi ringan. Ini adalah langkah strategis Samsung untuk membuat ekosistem Galaxy AI relevan bagi pengguna modern di berbagai lapisan ekonomi.

Perbandingan spesifikasi: A57, A37, dan pendahulunya

Untuk memahami posisi kedua perangkat baru ini, berikut adalah perbandingan komprehensifnya:

Model

Chipset

Layar

Kamera Utama

Baterai

Pengisian Cepat

Catatan Utama

Galaxy A36

Exynos 1380 (5nm)

6.6" Super AMOLED 120Hz

50MP (OIS)

5.000mAh

25W

Performa standar, harga bersahabat.

Galaxy A37 (Rumor)

Exynos 1580 (4nm)

6.6" Super AMOLED 120Hz

50MP (Enhanced)

5.000mAh

25W

Peningkatan ISP kamera & stabilitas sistem.

Galaxy A56

Exynos 1480 (4nm)

6.6" Super AMOLED 120Hz

50MP (OIS)

5.000mAh

45W

Desain premium dengan frame metal.

Galaxy A57 (Rumor)

Exynos 1680 (3nm)

6.6" Super AMOLED 120Hz

50MP (Pro-grade)

5.000mAh

45W

Efisiensi daya 3nm & fitur AI penuh.

 

Pax Insight

Kita masih perlu menunggu peluncuran resminya dalam beberapa bulan ke depan. Namun satu hal yang pasti, strategi Samsung kali ini bukan tentang menciptakan roda baru, melainkan memperkuat fondasi yang ada dengan sentuhan teknologi masa depan (3nm dan AI).

Galaxy A57 mungkin bukan sebuah revolusi desain, namun ia menawarkan stabilitas dan efisiensi "flagship" di harga di bawah USD500 (sekitar Rp7,8 juta). Sementara Galaxy A37 siap mengisi celah bagi mereka yang menginginkan pengalaman Galaxy AI dengan harga yang lebih masuk akal.