OpenAI dikabarkan sedang mengembangkan smartphone yang siap diproduksi masssal pada 2028. Kabar ini makin santer terdengar setelah OpenAI mengakuisisi startup mantan desain Apple Jony Ive, yakni io.
Menurut laporan analis Ming-Chi Kuo, perangkat ini dirancang bukan sekadar sebagai ponsel yang didukung asisten, melainkan perangkat True Agentic AI yang mampu bertindak secara mandiri.
Kenapa ini menarik?
Menurut laporan, rencana OpenAI ini bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi Apple dan Google. Sebab, OpenAI disebut akan menawarkan konsep berbeda yang sudah bertahan selama lebih dari dua dekade di platform mobile saat ini, yakni app based UI.
Dengan konsep yang ditawarkan, OpenAI akan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem yang dikenal sebagai Task Stream. Jadi, AI akan mengelola tugas dan statusnya langsung di layar utama, tak perlu mencari ikon aplikasi tertentu.
Smartphone OpenAI
- Chip khusus: OpenAI tidak menggunakan chip standar. Mereka bekerja sama dengan MediaTek dan Qualcomm untuk mengembangkan chipset kustom yang mendukung fungsi always-on di level hardware agar AI bisa terus memahami konteks pengguna.
- Ekosistem Baru: Perangkat ini akan memiliki ekosistem agen AI sendiri yang melibatkan pengembang pihak ketiga. Pemrosesan dilakukan secara lokal (on-device) untuk privasi, sementara tugas berat akan dilempar ke cloud.
- Mitra produksi: Luxshare ditunjuk sebagai mitra eksklusif untuk co-design dan manufaktur, menunjukkan keseriusan OpenAI dalam membangun rantai pasok.
- Model Bisnis: OpenAI kemungkinan besar akan membundel perangkat ini dengan langganan AI mereka, seperti Plus atau Pro, sebagai satu kesatuan layanan.
Pax insight
Setelah akusisi startup io tahun lalu, OpenAI lalu disebut mulai mempecepat pengembangan purwarupa produk ini. Jika rencana ini berhasil, bukan tidak mungkin smartphone perdana OpenAI ini akan diperkenalkan paling cepat pada 2028.



