Gawai
Senin, 29 Juni 2026 17:03 WIB

Jefferies Equity Research sebut kenaikan harga RAM bisa sampai 2028

Dalam sebuah riset terbaru, Jefferies Equity Research sebut kenaikan harga RAM bisa sampai 2028.

Harapan konsumen untuk melihat penurunan harga komponen komputer dalam waktu dekat tampaknya harus kembali kandas. Laporan riset terbaru dari Jefferies Equity Research menegaskan bahwa krisis kelangkaan pasokan memori global masih akan mencengkeram pasar secara agresif.

Alih-alih melandai, harga rata-rata memori diproyeksikan bakal mengalami lonjakan susulan yang sangat masif pada paruh kedua tahun 2026 ini akibat tingginya permintaan server kecerdasan buatan AI yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi pabrikan.

Seperti prediksi lain

Mitos mengenai kehadiran "memori Tiongkok murah" sebagai penyelamat industri terbukti tidak menjadi kenyataan di lapangan. Kondisi ini diperparah oleh langkah taktis para raksasa teknologi yang berebut mengamankan kontrak pasokan jangka panjang, sehingga jatah komponen untuk pasar retail konsumen seperti PC, laptop, konsol gim, hingga ponsel pintar menjadi semakin langka.

Dampaknya, masyarakat luas harus bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga produk elektronik jadi yang diperkirakan bakal terus merangkak naik hingga menjelang akhir dekade ini.

Apa saja detailnya?

Berikut adalah rincian estimasi kenaikan harga rata-rata komersial berdasarkan data analisis Jefferies Equity Research:

 

Periode Laporan Finansial Estimasi Tren Perubahan Harga Karakteristik Pergerakan Pasar
Kuartal Ketiga 2026 Naik 40 persen hingga 50 persen Kenaikan sekuensial dibanding kuartal sebelumnya QoQ
Kuartal Keempat 2026 Naik 30 persen hingga 40 persen Kenaikan sekuensial dibanding kuartal sebelumnya QoQ
Sepanjang Tahun 2027 Naik 40 persen hingga 45 persen Koreksi pertumbuhan dibanding tahun lalu YoY
Memasuki Tahun 2028 Potensi penurunan harga jual rata-rata Relaksasi pasar berkat ekspansi kapasitas pabrik baru

 

Dominasi Kontrak Korporasi dan Dampak pada Gadget Konsumen

Perebutan Pasokan Lewat Kontrak LTA: Saat ini sekitar 50 persen dari total kapasitas produksi memori dunia sudah habis terkunci oleh kontrak jangka panjang Long-Term Agreements atau LTA antara produsen chip dengan perusahaan teknologi raksasa penguasa pusat data. Produsen seperti Micron bahkan dilaporkan telah menandatangani 16 kesepakatan strategis baru, di mana angka penguncian pasokan korporat ini diprediksi bisa membengkak hingga menyentuh 70 persen.

Imbasnya, sisa pasokan komponen yang dialokasikan untuk perangkat elektronik konsumen umum menjadi sangat tipis sehingga memicu lonjakan harga retail yang tak terhindarkan.

  • Langkah Lobi Apple ke CXMT: Akibat bengkaknya modal belanja RAM yang memicu kenaikan harga jual perangkat iPad dan Mac, Apple dikabarkan mulai mengambil langkah taktis. Mereka tengah gencar melakukan lobi politik agar bisa menggandeng produsen asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies atau CXMT, sebagai pemasok alternatif demi mengamankan ketersediaan komponen untuk produk-produk masa depan mereka.

Patahnya Narasi Memori Murah Tiongkok

  • Kesamaan Standar Harga Komersial: Analisis dari Jefferies mematahkan anggapan bahwa produsen semikonduktor Tiongkok akan merusak harga pasar dengan menjual produk murah. Pada realitanya, perusahaan seperti CXMT dan YMTC (Yangtze Memory Technologies) menjual produk mereka dengan label harga yang sama dengan kompetitor global lainnya. Keunggulan utama mereka saat ini murni hanya pada ketersediaan volume pasokan, yang ironisnya juga lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik negara mereka sendiri.
  • Ambisi Epic Expansion pada Tahun 2028: Laporan tersebut menambahkan bahwa produk memori Tiongkok belum akan menjadi ancaman serius atau mampu meredakan tensi kelangkaan global sepanjang periode tahun 2026 hingga 2027. Peta persaingan diproyeksikan baru akan bergeser secara radikal pada tahun 2028 ketika proyek megaproyek "Epic Expansion" milik Tiongkok resmi beroperasi secara penuh. Proyek tersebut akan mengakselerasi pembangunan pabrik-pabrik fabrikasi fabs baru yang menghasilkan inventaris pasokan masif yang siap diekspor ke pasar internasional di luar Asia.

Pax insight

Konspirasi kelangkaan dan inflasi harga memori di sepanjang tahun 2026 hingga 2027 ini memaksa industri gawai global untuk beradaptasi dengan era biaya produksi tinggi yang baru. Meskipun ada sedikit angin segar berupa potensi penurunan harga pada tahun 2028 berkat tambahan kapasitas produksi global sekitar 15 hingga 20 persen, pertumbuhan permintaan komputasi AI tingkat lanjut diprediksi akan langsung melahap sisa pasokan tersebut.

Bagi para perakit PC maupun konsumen gadget, bersikap bijak dalam mengelola anggaran belanja teknologi menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam pusaran harga komponen yang belum akan kembali normal dalam waktu dekat.