Gawai
Senin, 13 Juli 2026 19:04 WIB

5 perangkat yang dikira boros listrik, seperti apa faktanya?

Charger, router, laptop, lampu LED, dan smart speaker sering dikira boros listrik. Lantas, seperti apa sebenarnya?
Ilustrasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan kalau tarif listrik untuk periode Juli hingga September 2026 tidak berubah. Ini berlaku untuk 13 pelanggan nonsubsidi maupun 24 golongan bersubsidi. 

Meski sejumlah indikator seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah, inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA) berfluktuasi, pemerintah memutuskan tidak memberlakukan penyesuaian tarif demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 

Informasi ini tentu jadi kabar baik bagi masyarakat yang khawatir menghadapi kenaikan tarif listrik di kuartal ketiga. Namun, bukan berarti, upaya penghematan listrik tidak perlu dilakukan. 

Pengguna tetap perlu mengelola tagihan listrik dengan lebih cerdas untuk mencegah biaya yang membengkak. Untuk itu, artikel ini akan membahas soal mitos perangkat elektronik yang dianggap boros listrik dan perangkat mana yang benar-benar bikin tagihan naik. 

Kenapa ini penting? 

Salah satu cara untuk mengontrol tagihan listrik adalah dengan mengubah pola pemakaian perangkat elektronik. Namun, tak banyak yang menyadari, kalau pola pemakaian itu harus dilakukan secara tepat. 

Alasannya, ada beberapa anggapan salah kaprah tentang pemakaian perangkat elektronik di rumah. Tak jarang, ada pengguna fokus pada perangkat yang sebenarnya hemat daya, tapi malah menjalankan perangkat yang terbilang boros secara lebih sering. 

Padahal, dengan memahami perangkat mana yang benar-benar boros, biaya listrik per bulan bisa ditekan, serta tidak salah fokus pada perangkat yang sebenarnya tidak terlalu banyak menghabiskan daya listrik. 

Charger yang mencolok terus

Ini mungkin mitos yang paling sering didengar. Padahal, charger modern hanya mengonsumis daya siaga yang sangat kecil ketika tidak sedang mengisi daya. 

Pada banyak model terbaru, konsumsi listriknya bahkan mendekati nol watt, sehingga dampaknya pada biaya listrik nyaris tidak terasa. Namun, pemakaian charger tua atau palsu bisa mengubah hal ini. 

Untuk itu, pengguna yang masih memakai charger dari merek tidak jelas atau sudah terlalu lama, disarankan untuk menggantinya dengan generasi terbaru dan berasal dari brand terpercaya. 

Lampu LED tetap bikin boros kalau menyala lama

Masih banyak yang mematikan semua lampu LED di rumah, karena takut tagihan melonjak. Faktanya, lampu LED mengonsumsi energi sekitar 75 persen lebih sedikit, dibandingkan lampu pijar konvensional. 

Selain itu, usia pakainya juga jauh lebih lama, hingga sekitar 25.000 jam. Namun, pemakaiannya tetap perlu dilakukan secara bijak, sehingga tidak membuang-buang energi. 

Router Wi-Fi 24 jam bikin boros

Router adalah perangkat yang selalu menyala di banyak rumah dan sering dituduh sebagai penyedot listrik. Meski aktif 24 jam, konsumsi daya router ternyata relatif kecil. 

Perangkat ini masuk dalam kategori miscellaneous electric loads. Maksudnya, perangkat kecil yang secara individu hanya memberikan kontribusi kecil terhadap keseluruhan konsumsi listrik rumah tangga. 

Laptop yang dipakai seharian

Banyak orang khawatir tagihan listrik naik gara-gara bekerja dengan laptop dari pagi hingga sore. Hal yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. 

Laptop dirancang menggunakan prosesor, layar, dan komponen yang jauh lebih hemat energi dibandingkan komputer desktop. Konsumsi listrik umumnya sekitar 20-65 watt, jauh di bawah PC desktop yang bisa mencapai 150-500 watt. 

Smart speaker dan printer yang selalu menyala

Smart speaker seperti Google Home atau Amazon Echo sering dianggap boros karena selalu aktif menunggu perintah suara. Padahal, perangkat ini hanya menggunakan beberapa watt dalam mode siaga. 

Begitu juga printer modern, setelah tidak digunakan beberapa menit, perangkat ini otomatis masuk dalam mode sleep yang mengurangi konsumsi daya. Monitor LED generasi terbaru juga jauh lebih efisien dibanding monitor LCD atau CRT. 

Perangkat yang sebenarnya bikin tagihan membengkak

Alih-alih repot mencabut charger atau mematikan router, penghematan yang jauh lebih signifikan bisa didapat dengan mengelola perangkat berdaya tinggi di rumah tangga. Berikut beberapa di antaranya: 

  • AC: konsumsi daya sekitar 500-2.500 watt
  • Pemanas air listrik: 1.500-4.500 watt
  • Oven listrik: 2.000-5.000 watt
  • Mesin cuci dengan pengering: 400-2000 watt 
  • Setrika listrik biasa: 300-1.000 watt

Untuk itu, pemakaian perangkat elektronik di atas perlu dilakukan secara cerdas. Jadi, biaya pemakaian listrik per bulan tidak akan melonjak tinggi. 

Pax insight

Keputusan pemerintah mempertahankan tarif listrik hingga September 2026 adalah kabar baik. Namun, bukan berarti konsumsi listrik bisa dilakukan seenaknya, tetap diperlukan pemakaian secara bijak agar biaya listrik tetap stabil. 

Untuk itu, fokus pada perangkat-perangkat yang menghabiskan listrik, perlu jadi perhatian. Alih-alih hanya fokus dengan mencabut charger yang masih terhubung, membiarkan AC menyala berjam-jam merupakan tindakan yang lebih boros. 

Kendati demikian, bukan berarti, pemakaian harus dihentikan sepenuhnya. Hal palin baik adalah memakai perangkat tersebut dengan sedikit penyesuaian dan secara optimal, ternyata bisa menghemat konsumsi listrik cukup signifikan.