Long weekend karena cuti bersama dan perayaan Imlek 2026 pekan ini saya habiskan dengan membaca biografi “Amir Sjarifoeddin” karya Rudolf Mrazek. Usai melewati halaman terakhir di bab satu, saya teringat bahwa kita sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. Selain sirup Marjan dan ABC, bulan ini akan diisi dengan program promosi spesial dari vendor smartphone. Mereka juga tak ingin kehilangan dapat jatah Tunjangan Hari Raya (THR) dengan mendorong kita untuk belanja perangkat baru.
Saya tak ingin memberikan panduan belanja untuk Anda. Artikel ini akan membahas apa yang terjadi di pasar smartphone Tanah Air. Singkatnya, saya akan mengomentari pekerjaan tim sales, marketing communication, dan public relations para vendor tersebut yang langsung berdampak terhadap psikologi Anda.
Berdasarkan pemetaan peluncuran Januari–pertengahan Februari 2026 serta analisis siklus komponen global, saya melihat dua gejala yang berjalan bersamaan. Pertama, kepadatan peluncuran yang tidak biasa, tapi bisa dimengerti karena menyambut Ramadan. Akhir Januari lalu tercatat sebagai jadwal terpadat peluncuran smartphone di Tanah Air. Xiaomi/Redmi/POCO, OPPO, dan Nubia muncul hampir bersamaan. Ruang publik di media dan media sosial dijejali spesifikasi, klaim kamera, dan jargon durabilitas.
Kedua, tim marketing mendorong perbincangan ke durabilitas dan kapasitas baterai. Xiaomi menekankan “Titan Durability” dan hampir semuanya menonjolkan kapasitas baterai 7.000mAh. Saya perlu menyampaikan ini karena telah terjadi pegeseran narasi karena pabrikan Tiongkok menjual rasa aman: tahan banting dan baterai tahan lama. Ini menarik karena selama bertahun-tahun, diferensiasi di kelas menengah selalu berkisar pada kamera dan performa. Tahun ini, yang dijual bukan lagi hasil foto paling tajam, setidaknya jika kita memperhatikan narasi para vendor ketika peluncuran produk.
Jualan ini sangat relevan dengan sebagian kebutuhan pengguna di Indonesia, seperti pengemudi ojek online, atau mereka yang komuter menggunakan sepeda motor melewati segala macam cuaca, terutama di musim hujan. Memang, untuk segmen pasar ini, harus kita akui, IP rating dan baterai 7.000mAh akan sangat menarik dan sepertinya akan berubah berubah dari keunggulan menjadi standar minimum.
Sementara kelas menengah dijejali klaim daya tahan dan baterai besar, kelas enthusiast justru dipremiumisasi. POCO F8 Ultra menanggalkan status “Flagship Killer” menjadi “The True Flagship” dibuka di Rp11.799.000. Redmagic 11 Pro mendekati Rp20.000.000, khusus menargetkan pasar gaming enthusiast yang sebelumnya sempat diisi ROG Phone.
Di bawah Rp6 juta, pesan yang berulang adalah tahan banting dan baterai besar. Redmi berbicara tentang “Titan Durability”. Realme menekankan IP69 dan 7.000mAh. OPPO A6t menyebut baterai 7.000mAh sebagai “baterai badak”. Nubia secara terang-terangan menyasar pengemudi ojek online dan pekerja lapangan melalui nubia V80 Max dan nubia A76 5G.
Sementara itu, OPPO memilih pendekatan kontras. Reno15 dijual sebagai partner kreatif dengan fitur unggulan selfie ultra-wide 50MP, AI editing, aktivasi offline, seperti Reno Land. Tapi di saat yang sama, OPPO A6t muncul dengan baterai 7.000mAh dan bahasa yang jauh lebih praktis. OPPO terlihat pasar secara psikologis antara yang ingin tampil dan yang ingin tahan lama.
Transsion (Infinix dan Tecno) tetap konsisten, well, menjadi Transsion. Infinix Note Edge bermain di Rp3 jutaan dengan layar melengkung dan desain tipis sebagai diferensiasi. Tecno Spark Go 3 mendorong 120Hz di kelas Rp1 jutaan. Huawei mencoba bertahan hidup dengan nova 14 Pro yang dibandeol di Rp8,4 juta dengan narasi portrait dan bundling bernilai tinggi.
Di tengah eskalasi baterai dan premiumisasi harga itu, Samsung mengambil jalur berbeda. Galaxy A07 dan A17 ditawarkan dengan iming-iming paket Ramadan yang mencakup sajadah, tasbih digital, aksesori tambahan, hingga program undian emas dalam periode 13 Februari sampai 31 Maret. Samsung terlihat jelas tersandera akibat molornya jadwal Samsung Unpacked ke 25 Februari secara global atau 26 Februari waktu Indonesia. Samsung Indonesia harus menahan diri untuk peluncuran A Series di Tanah Air. Sementara itu, vivo dan realme masih fokus jualan lini produk yang baru mereka rilis di Indonesia pada akhir tahun 2025 lalu.
Kenapa ada pergeseran narasi? Selain karena bulan Ramadan, tentu saja pergeseran narasi ini terjadi untuk menjustifikasi psikologi konsumen karena hampir semua smartphone Tiongkok naik harga. Ini sama sekali bukan kejutan karena sejumlah lembaga telah memprediksinya sejak tahun lalu akibat kelangkaan memory (DRAM dan NAND) yang semuanya tesedot untuk data center kecerdasan buatan (AI). Walhasil, pabrikan smartphone kehabisan memory dan memicu kenaikan harga, sehingga biaya Bill of Material (BOM) smartphone juga naik bervariasi sesuai segmen perangkat.
Kami sudah pernah memantau harga sejumlah smartphone di e-commerce. Kenaikannya berkisar 2% hingga 23% di segmen 1-6 jutaan. Pabrikan Tiongkok tidak punya banyak pilihan. Margin mereka sangat tipis di segmen perangkat dengan harga 1-5 juta. Mereka terpaksa menaikkan secara signifikan harga smartphone di rentang 6-12 juta karena pengguna di level ini lebih punya daya tahan terhadap perubahan harga. Yang dibutuhkan pengguna di level ini adalah justifikasi; Xiaomi mencoba membenarkan kenaikan harga POCO F8 series, salah satunya, dengan speaker Bose. Apa pun usaha POCO, kita tahu, era cheap flagship sudah berakhir.
Sementara itu, OPPO mengulangi pola yang sama: menjual perangkat menegah dengan harga nyaris menyundul flagship. Suka tidak suka, tim marketing OPPO berhasil membungkus "perceived value" dengan mantra seperti The Portrait Expert, Dancing Aura, AI Portrait Glow, dan AI Motion Photo Eraser kepada pengguna yang fokus pada kosmetik, dan sangat align dengan "budaya" Instagram, TikTok di Indonesia. OPPO sebenarnya lemah secara price-to-performance, tapi mungkin penggunanya tak begitu peduli.
Hal lain yang juga konsisten berlanjut di tahun 2026 ini adalah persaingan fast charging. Pabrikan Tiongkok berlomba-lomba menawarkan daya charger dari 45W-100W. Samsung, sampai saat ini, menghindari persaingan semacam ini, dan lebih memilih fokus meningkatkan kemampuan AI di semua produknya, baik untuk produktvitias maupun gaya hidup.
Sejatinya, saya ingin menggambar diagram bersumbu X dan Y untuk menunjukkan posisi masing-masing brand di pasar smartphone Indonesia. Namun, bab dua buku Amir Sjarifoeddin sudah memanggil.
| Vendor | Model | Tanggal Rilis di Indonesia | Harga (IDR) | Posisi / Diferensiasi | Kanal Distribusi |
|---|---|---|---|---|---|
| Redmagic | Redmagic 11 Pro | Januari 2026 (pre-order) | Sekitar Rp19.999.000 | Gaming kelas atas dengan sistem pendingin aktif | Disebut eksklusif di Blibli dan e-commerce tertentu |
| Infinix | Note Edge 5G | 19 Januari 2026 | 8/128GB: Rp3.299.000 8/256GB: Rp3.499.000 |
Desain tipis premium, layar AMOLED melengkung | Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, toko resmi |
| realme | C85 5G | 13–14 Januari 2026 | Sekitar Rp3.499.000 (8/256GB) | IP69 dan baterai 7.000mAh | Fokus e-commerce |
| Xiaomi (Redmi) | Redmi Note 15 (4G) | 22 Januari 2026 (first sale) | 6/128GB: Rp2.499.000 8/128GB: Rp2.799.000 8/256GB: Rp2.999.000 |
“Titan Durability” | mi.co.id, Mi Store, e-commerce |
| Xiaomi (Redmi) | Redmi Note 15 5G | 22 Januari 2026 | 6/128GB: Rp3.199.000 8/256GB: Rp3.699.000 12/512GB: Rp4.499.000 |
5G + durabilitas harian | mi.co.id, Mi Store, e-commerce |
| Xiaomi (Redmi) | Redmi Note 15 Pro 5G | 22 Januari 2026 | 8/256GB: Rp4.599.000 12/512GB: Rp5.499.000 |
Kamera 200MP + durabilitas | mi.co.id, Mi Store, e-commerce |
| Xiaomi (Redmi) | Redmi Note 15 Pro+ 5G | 22 Januari 2026 | 8/256GB: Rp5.899.000 12/512GB: Rp6.699.000 |
Tiga pilar “Titan Durability” | mi.co.id, Mi Store, e-commerce |
| OPPO | Reno15 F 5G | 23 Januari 2026 | 8/128GB: Rp5.499.000 8/256GB: Rp5.999.000 12/256GB: Rp6.499.000 |
Selfie ultra-wide 50MP + AI editing | OPPO Store, e-commerce, bundling operator |
| OPPO | Reno15 5G | 23 Januari 2026 | 8/256GB: Rp7.699.000 12/256GB: Rp8.299.000 |
Kreativitas + ekosistem O+ Connect | OPPO Store, e-commerce |
| OPPO | Reno15 Pro Max 5G | 23 Januari 2026 | 12/512GB: Rp12.999.000 | “All-in-one creative partner” | OPPO Store, e-commerce, trade-in |
| OPPO | A6t | 30 Januari 2026 | Di bawah Rp4.100.000 | Baterai 7.000mAh, layar 120Hz | OPPO Store, e-commerce |
| OPPO | A6t Pro | 30 Januari 2026 | Kisaran Rp4 jutaan | IP69 + pengisian cepat | OPPO Store, e-commerce |
| nubia | V80 Max | 22 Januari 2026 | Rp1.899.000 (8/128GB) | Fokus ojol & pekerja lapangan | Shopee, Tokopedia, Lazada, Smartfren |
| nubia | A76 5G | 22 Januari 2026 | Rp1.999.000 | Bundling kuota Smartfren | E-commerce + gerai Smartfren |
| Huawei | nova 14 Pro | 23 Januari 2026 | Rp8.499.000 | Fotografi portrait + bundling premium | Huawei Store, e-commerce |
| Tecno | Spark Go 3 | 2 Februari 2026 | 4/64GB: Rp1.399.000 4/128GB: Rp1.599.000 |
Layar 120Hz kelas entry | Pre-order Shopee |



