Gawai
Sabtu, 25 Juli 2026 16:12 WIB

Qualcomm menyerah, harga chip naik karena kelangkaan chip DRAM dan penyimpanan

Qualcomm akhirnya menaikkan harga chipset mereka mulai 1 September karena kelangkaan chip DRAM dan memory

Qualcomm akhirnya menyerah menghadapi krisis kelangkaan memori DRAM dan lonjakan biaya produksi semikonduktor. Berdasarkan laporan Bloomberg, Qualcomm telah mengirimkan surat resmi kepada para mitranya untuk memberitahukan penyesuaian harga kenaikan dua digit yang akan berlaku efektif bagi produk yang dikirimkan setelah tanggal 1 September 2026. Penyesuaian ini dipastikan berdampak langsung pada lini chipset flagship teranyar mereka, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.

Harga chip naik, harga smartphone makin mahal

Langkah Qualcomm ini menjadi penanda bahwa tekanan inflasi komponen teknologi sudah tidak sanggup lagi diredam oleh produsen. Penggunaan teknologi pabrikasi wafer 2nm buatan TSMC yang dibanderol sekitar 30.000 dolar AS per keping membuat biaya produksi satu unit chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro melesat di atas 300 dolar AS. Produsen smartphone yang hendak memadukan chip ini dengan memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0 harus siap menanggung biaya komponen inti saja hingga 600 dolar AS, yang dipastikan bakal mendongkrak harga jual ponsel pintar ke konsumen akhir.

Apa saja detailnya?

Kegagalan Pencarian Pemasok Alternatif dan Lesunya Pasar Smartphone

  • Beban Pemasok yang Tidak Lagi Terbendung: Qualcomm menyatakan telah berusaha menahan kenaikan harga dari pemasok serta mencari jalan keluar seperti mengandalkan vendor alternatif dalam waktu yang cukup lama. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil di tengah krisis memori dunia yang makin membengkak, sehingga opsi penyesuaian tarif menjadi satu-satunya jalan rasional demi menjaga kelangsungan bisnis.
  • Serapan Varian Standar Snapdragon 8 Elite Gen 6: Sebagai bentuk jalan keluar bagi para pembuat smartphone, varian standar Snapdragon 8 Elite Gen 6 diprediksi tidak akan mengalami lonjakan harga yang terlampau drastis. Chipset versi standar ini diperkirakan bakal menjadi pilihan utama pabrikan gawai karena menyodorkan kompromi harga yang lebih masuk akal di tengah penurunan daya beli konsumen terhadap smartphone baru.

Diversifikasi Portofolio ke Sektor AI Data Center dan Otomotif

  • Empat Pilihan Chipset Baru Berbasis 2nm dan 3nm: Guna memberikan fleksibilitas harga bagi para pelanggannya, Qualcomm berencana menyodorkan empat pilihan lini chipset baru berbasis teknologi pabrikasi 2nm dan 3nm. Diversifikasi ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi pabrikan gawai untuk meracik produk dari berbagai tingkatan harga.
  • Pergeseran Fokus Bisnis Korporasi: Mengingat krisis memori DRAM diproyeksikan masih berlangsung hingga beberapa tahun ke depan, Qualcomm mulai mengalihkan fokus pendapatan utama mereka. Perusahaan asal San Diego ini akan menyalurkan porsi investasi yang lebih besar ke sektor infrastruktur pusat data AI serta ekspansi agresif di industri otomotif yang menjanjikan keuntungan lebih stabil dibanding sektor seluler.

Pax insight

Pengumuman penyesuaian harga oleh Qualcomm menjelang ajang Snapdragon Summit pada 22 September 2026 mendatang mengonfirmasi bahwa era smartphone flagship murah resmi berakhir. Biaya komponen inti yang menyentuh angka Rp9,7 juta memaksa para pembuat gawai memutar otak agar produk mereka tetap terjangkau. Bagi industri seluler, pergeseran fokus Qualcomm ke sektor AI data center dan otomotif menjadi bukti nyata bahwa krisis komponen memori telah merestrukturisasi skala prioritas raksasa semikonduktor dunia.