OPPO Reno15 Series adalah ponsel yang tidak sebanding dengan harganya. Baterai besar hingga 7.000mAh dan kamera selfie ultra-wide 100° memang memberi nilai praktis untuk selfie grup dan konten ringan. Namun keunggulan itu berhenti di situ. Di baliknya, Reno15 masih mengandalkan chipset kelas menengah yang tertinggal, bahkan lawas di varian Reno15F, dengan performa yang kalah dari banyak kompetitor di harga serupa. ColorOS juga dibebani iklan dan rekomendasi bawaan yang tak pantas untuk ponsel semahal ini, sementara klaim ketahanan tidak sepenuhnya ditopang perlindungan garansi.
Jika Anda tak ada waktu untuk membaca, kami ingin menyampaikan, Reno15 series hanya masuk akal jika Anda kebanyakan uang, sangat mengutamakan baterai, dan kamera selfie. Untuk pembeli rasional yang menghitung performa, value jangka panjang, dan pengalaman nyaman, Reno15 sulit direkomendasikan.
Apa yang dijual OPPO dan kenapa itu tidak cukup
OPPO memosisikan Reno15 Series sebagai "partner kreatif all-in-one" dengan SoC modern, namun kenyataannya tiap varian masih mengusung chip lawas dibanding pesaing di kelasnya.
Varian Reno15F 5G termurah memakai Qualcomm Snapdragon 6 Gen 1 (CPU Cortex-A78/A55) yang diumumkan pada 2022. Beberapa pengujian media menunjukkan, skor AnTuTu sekitar 560–590 ribu poin, kinerjanya hampir tiga kali lebih rendah daripada pesaing di harga serupa, seperti Infinix GT 30 Pro (Dimensity 8350 Ultimate, ~1,4 juta poin). Hasilnya, Reno15F rentan lag hanya dalam 6–12 bulan penggunaan normal karena update aplikasi terus menuntut kinerja lebih tinggi.
| Model Smartphone | Chipset | Layar | Kamera | Baterai & Charger | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| Samsung Galaxy A36 5G | Snapdragon 6 Gen 3 | 6.7" Super AMOLED, 120Hz | 50MP, 8MP, 5MP, 12MP (Depan) | 5.000 mAh, 45W | Rp4.949.000 (8/256GB) |
| Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G | Snapdragon 6 Gen 3 | 6.77" AMOLED 120Hz | 200MP, 8MP, 20MP (Depan) | 6.580 mAh, 45W | Rp4.699.000 (8/256GB) |
| Infinix GT 30 Pro | Dimensity 8350 Ultimate | 6.78" LTPS AMOLED, 144Hz | 108MP, 8MP, 13MP (Depan) | 5.500 mAh, 45W | Rp4.599.000 (12/512GB) |
| vivo V60 Lite 5G | Dimensity 7360-Turbo | 6.77”, AMOLED, 120Hz | 50 MP, 8MP, 32MP (Depan) | 6.500 mAh, 90W | Rp4.999.000 (8/256GB) |
| Oppo Reno 15F 5G | Snapdragon 6 Gen 1 | 6.57" AMOLED, 120Hz | 50 MP, 8MP, 2MP, 50MP (Depan) | 6.000 mAh, 45W | Rp4.599.000 (8/128GB) |
Pada Reno15 (standar), OPPO beralih ke Snapdragon 7 Gen 4. Sekilas namanya mirip flagship, tapi ini chip kelas menengah. Di aplikasi Geekbench multi-core, skornya sekitar 3.600, tertinggal jauh dari Dimensity 8350/8400 di Xiaomi 15T yang harganya setara atau bahkan lebih murah. GPU Adreno 722 di 7 Gen 4 juga 30–40% lebih pelan dibanding pesaing kelasnya. Artinya, konsumen di segmen Rp7–8 jutaan membayar "brand" Oppo, bukan kemampuan komputasi unggul. Misalnya, Xiaomi 15T (Rp7,5 jutaan) sudah pakai Dimensity 8400 yang lebih bertenaga, dan Realme 15 Pro (Rp7 jutaan) juga Snapdragon 7 Gen 4, tapi dengan optimasi lebih ringan, sehingga performanya terasa lebih lancar.
Di sisi lain, OPPO Reno15 5G hadir dengan harga Rp7.699.000. Ini merupakan varian yang paling krusial, karena di rentang harga ini banyak smartphone yang menawarkan value menarik. Berikut list pesaing, spesifikasi, dan harganya :
| Model | Chipset | Layar | Kamera Utama & Depan | Baterai & Charger | Harga Terbaru |
|---|---|---|---|---|---|
| Oppo Reno 15 5G | Snapdragon 7 Gen 4 | 6.59" AMOLED, 120Hz | 50MP+50MP+8MP Selfie: 50MP |
6.500 mAh, 80W | Rp7.699.000 (8/256GB) |
| Xiaomi 15T | Dimensity 8400 | 6.83" OLED, 144Hz | 50MP+50MP+12MP Leica |
5.000 mAh, 67W | Rp7.499.000 (12/512GB) |
| Realme 15 Pro | Snapdragon 7 Gen 4 | 6.7" AMOLED, 120Hz | 50MP+50MP Selfie: 50MP |
6.500 mAh, 80W | Rp6.999.000 (12/256GB) |
| Samsung Galaxy A56 5G | Exynos 1580 | 6.7" Super AMOLED | 50MP+12MP+5MP Selfie: 12MP |
5.000 mAh, 45W | Rp5.999.000 (8/256GB) |
| vivo V60 | Snapdragon 7 Gen 4 | 6,77” AMOLED, 120Hz | 50MP+50MP+8MP Zeiss |
6.500 mAh, 90W | Rp6.999.000 (8/256GB) |
Reno 15 5G (standar) hadir dengan Snapdragon 7 Gen 4. Nama "Gen 4" terdengar canggih, seolah-olah setara dengan seri 8 Gen 4 (Elite).
- Realitas Teknis: Snapdragon 7 Gen 4 pada dasarnya adalah chipset kelas menengah yang solid, namun tidak istimewa. Dengan skor Geekbench multi-core di kisaran 3.600, ia kalah telak dari Dimensity 8350 atau 8400 yang digunakan oleh Xiaomi 15T yang harganya justru lebih murah atau setara.
- GPU Bottleneck: Adreno 722 pada SD 7 Gen 4 memiliki raw throughput grafis 30-40% lebih rendah dibandingkan Mali-G615 MP6 pada Dimensity 8350.
Ini artinya, konsumen membayar harga Rp7,7 juta bukan untuk performa, tetapi untuk membiayai kampanye pemasaran OPPO. Anda membeli brand, bukan brain.
Dan terakhir, untuk OPPO Reno15 Pro Max 5G, perangkat ini hadir di harga mulai dari Rp12.999.000. Harga ini sebenarnya menurut redaksi Pax.id sudah masuk ranah flagship, karena sudah mendekati harga Find X9 yang dibanderoll Rp14.999.000.
| Smartphone | Chipset | Layar | Kamera | Baterai | Harga Terbaru |
|---|---|---|---|---|---|
| Samsung Galaxy S25 | Snapdragon 8 Elite | 6.2" Dynamic AMOLED 2X | 50MP Triple System | 4.000 mAh, 25W | Rp13.199.000 |
| Xiaomi 15T Pro | Dimensity 9400 Plus | 6.83" OLED, 144Hz | 50MP System (Leica) | 5.500 mAh, 90W | Rp10.499.000 |
| OPPO Reno15 Pro Max 5G | Dimensity 8450 | 6.78" AMOLED, 120Hz | 200MP Quad System | 6.500 mAh, 80W | Rp12.999.000 |
| iQOO 15 5G | SD 8 Elite Gen 5 | 6.85” AMOLED, 144Hz | 50MP Triple System | 7.000 mAh, 100W | Rp12.999.000 |
| Xiaomi 15 | Snapdragon 8 Elite | 6.36" AMOLED, 120Hz | 50MP Triple (Leica) | 5.240 mAh, 90W | Rp11.999.000 |
Reno15 Pro Max 5G menggunakan MediaTek Dimensity 8450, bukan chipset kelas teratas. Pada rentang harga ini, kompetitor seperti iQOO 15 atau Samsung Galaxy S25 sudah mengandalkan Snapdragon 8 Elite (Tier-1). Chip Dimensity 8450 tanpa Prime Core Cortex-X (inti performa tinggi) jelas kalah telak dari chip top-tier.
| Fitur | Oppo Reno 15 Pro Max | iQOO 15 / S25 | Selisih Performa |
|---|---|---|---|
| Chipset | Dimensity 8450 | Snapdragon 8 Elite | ±85% Lebih Cepat |
| Skor AnTuTu | ~1.600.000 | ~3.800.000 | 2x Lipat Lebih Tinggi |
| Geekbench SC | ~1.603 | ~3.200+ | Jauh Lebih Lambat |
Apakah kamera Reno15 Series layak dipertimbangkan?
OPPO menekankan peningkatan kamera pada Reno15. Fitur utama adalah Selfie Ultra-Wide 50MP 100°. Memang, kamera depan 50MP dengan sudut ultra-lebar memudahkan memasukkan banyak orang atau latar ke dalam satu bingkai tanpa selfie stick.
Varian Reno15 dan Pro Max juga mendapat kamera telefoto 50MP (lensa periskop) dengan focal-length mendekati 85mm, ideal untuk portrait setengah tubuh. Fitur ini membuat mode portrait tampak natural dengan bokeh lembut pada jarak menengah.
Namun, ada catatan penting. Reno15 Pro Max memuat sensor utama 200MP Samsung ISOCELL HP5 dengan piksel hanya 0,5µm. Ukuran fisik sensor 1/1.56 inci sebenarnya setara ponsel mid-range (biasanya 50MP). Konsekuensinya: tiap piksel menangkap sedikit cahaya, sehingga foto dalam kondisi normal pun mudah noise. Algoritma ponsel harus denoise agresif, sering menimbulkan efek "lukisan minyak" pada detail halus.
Sebagai perbandingan, kompetitor seperti Xiaomi 15/15T Pro hanya pakai sensor 50MP 1/1.31″, walau resolusinya lebih kecil, tiap pikselnya 4× lebih besar dari 200MP HP5. Inilah yang membuat hasil foto Reno15 Pro Max kurang tajam di level detail halus, terutama setelah crop.
Bukan cuma itu, ketiadaan lensa tele high-grade turut mengecewakan. Meskipun Oppo klaim “lossless zoom” lewat cropping sensor 200MP, kenyataannya crop digital tidak bisa menggantikan optik periskop kaca murni. Artinya, kemampuan zoom Reno15 Pro Max tak sebaik ponsel lain (misalnya Vivo X series atau Xiaomi 15 Ultra) yang punya lensa tele khusus. Klaim potret "level DSLR" menjadi hiperbola pemasaran tanpa dukungan hardware optik yang memadai.
Singkatnya, kamera Reno15 solid di siang hari untuk konten biasa, tapi tidak istimewa secara teknis. Selfie lebar dan portrait bokeh memang menarik untuk media sosial, tapi detail foto terutama malam atau saat zoom akan terlihat di bawah standar pesaing.
Jualan AI, tapi fokus untuk editing foto
Oppo menyematkan label "AI Phone". Namun, implementasinya di ColorOS 15 menunjukkan ketertinggalan yang signifikan dibandingkan ekosistem Galaxy AI milik Samsung atau Google Pixel. Ulasan jujur dari pengguna awal mengungkapkan bahwa fitur generatif Oppo (seperti AI Eraser) seringkali meninggalkan jejak smudge (noda buram) atau ghosting, berbeda dengan Galaxy AI yang mampu merekonstruksi latar belakang dengan tekstur yang realistis.
- Masalah: Algoritma Oppo tampaknya kurang matang dalam memahami konteks visual yang kompleks.
- Latensi: Karena keterbatasan NPU pada chipset (terutama SD 6 Gen 1 dan 7 Gen 4), proses AI seringkali terasa lambat dan patah-patah, atau sepenuhnya bergantung pada koneksi internet (Cloud), yang membuat fitur ini tidak berguna di area blank spot sinyal.
Masalah lainnya adalah masalah translasi, yang merupakan sebuah tamparan keras bagi pasar Indonesia. Fitur AI Summary dan Transcription di ColorOS 15 dilaporkan memiliki akurasi yang buruk dalam Bahasa Indonesia.
- Kasus: Pengguna melaporkan bahwa saat meringkas artikel berita lokal, AI seringkali "berhalusinasi" atau malah mengeluarkan ringkasan dalam Bahasa Inggris, gagal menangkap nuansa bahasa formal maupun slang Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Oppo belum serius menginvestasikan R&D untuk pasar terbesar mereka di Asia Tenggara, hanya sekadar "menerjemahkan" fitur global tanpa optimasi lokal.
Sisi keamanan juga jadi pertanyaan. Ketergantungan pada cloud untuk pemrosesan AI (karena chip on-device yang lemah) memaksa pengguna mengunggah foto pribadi ke server Oppo/pihak ketiga. Dalam iklim keamanan siber Indonesia yang rentan kebocoran data, ini adalah risiko yang jarang dijelaskan dalam brosur penjualan.
Mahal tapi kok ada iklan?
Membeli HP seharga Rp13 juta seharusnya menjamin pengalaman yang bersih, elegan, dan profesional. Namun, ColorOS 15 di Reno 15 Series memperlakukan pengguna layaknya produk, bukan pelanggan.
Bahkan di varian termahal sekalipun, pengguna disuguhi folder "Hot Apps" dan "Hot Games" yang pada dasarnya adalah adware (iklan aplikasi) yang tidak bisa dihapus dengan mudah pengguna awam. Aplikasi bawaan seperti App Market, Theme Store, dan Browser bawaan seringkali mengirimkan notifikasi push berisi iklan pinjaman online, game gacha, atau berita sensasional.
Bayangkan, Anda sedang rapat direksi atau presentasi kuliah, HP Rp13 juta Anda berbunyi hanya untuk menawarkan "Pinjaman Cepat Cair".
Jadi, apakah OPPO Reno15 Series layak dibeli?
Jika Anda cinta OPPO, tentu Reno 15 Series layak dibeli. Sebab, cinta itu buta dan kami menghormatinya. Jika Anda rasional, berikut alternatif dari kami:
Kategori Rp4,5 - 6 Juta (Kelas Reno 15F)
- Infinix GT 30 Pro: Performa 2x lipat, layar lebih bagus, memori lebih besar.
- Samsung Galaxy A56: Update software 4-5 tahun terjamin, kamera stabil, brand value lebih baik. Jika Sabar, Anda bisa menunggu Galaxy A57
- Poco X7 Pro / F6 (jika masih ada): Performa jauh di atas langit dibanding SD 6 Gen 1.
Kategori Rp7 - 9 Juta (Kelas Reno 15)
- Xiaomi 15T / 14T Pro: Kamera Leica asli, performa flagship killer, layar lebih terang.
- Vivo V60: Jika memang mencari portrait, Vivo memiliki algoritma warna kulit yang seringkali lebih disukai di Asia Tenggara dibanding Oppo yang kadang terlalu whitewashing.
Kategori Rp12 - 14 Juta (Kelas Reno 15 Pro Max)
- Samsung Galaxy S25: Ini adalah keputusan no-debat, enggak perlu mikir sama sekali. Anda mendapatkan SoC terbaik (SD 8 Elite), AI terbaik, layar terbaik, dan kelas brand yang tak perlu diperdebatkan lagi.
- iQOO 15: Untuk performa lebih baik di gaming dengan pengaturan maksimal rata kanan.
Pax Insight
Oppo Reno 15 Series adalah simbol "kemasan" bisa dijual lebih mahal daripada "isi". Seri ini dirancang untuk konsumen yang kurang teliti, tergiur iklan, dan kurang mendapatkan edukasi. Kami menyampaikan ini karena data menunjukkan, 15 persen lebih pengguna menyampaikan pengalaman buruk setelah membeli smartphone OPPO. Beli Reno15 Series jika Anda mengutamakan daya tahan baterai lama, kamera depan lebar untuk vlog/selfie grup, serta suka bereksperimen dengan fitur edit AI sederhana dan apa adanya.
Jangan membelinya jika yang Anda butuhkan adalah kinerja tinggi dalam game/heavy-task, atau fotografi profesional (terutama di kondisi rendah cahaya) yang memerlukan sensor kelas atas. Juga, waspadai bahwa pengalaman ColorOS di Reno15 masih mengandung iklan bawaan.



