Gawai
Kamis, 12 Maret 2026 08:05 WIB

Harga HP naik di 2026: biaya RAM dan memori melonjak drastis

Menurut analisis Counterpoint, harga HP di 2026 diprediksi naik akibat lonjakan biaya RAM (50 persen) dan memori (90 persen).
Ilustrasi: Pinterest

Laporan terbaru dari Counterpoint Research Memory Price Tracker menujukkan ada lonjakan biaya komponen memori yang semakin tinggi. Akibatnya, kenaikan biaya produksi dipastikan akan dibebankan pada konsumen lewat harga jual ritel yang lebih mahal. 

Apa yang terjadi? 

Kenaikan ini disebut akan mengancam margin keuntungan vendor dan daya beli konsumen. Diprediksi, ponsel kelas bawah (low-end) akan menjadi yang terdampak, karena margin keuntungan yang tipis tidak lagi mampu menopang harga komponen yang kian tinggi. 

Dampaknya

Krisis ponsel murah: Untuk ponsel di bawah USD 200, biaya memori memakan sekitar 43 persen dari total biaya produksi (Bill of Materials). Angka ini naik drastis dari hanya 25 persen pada kuartal sebelumnya. 

Kelas menengah. Sementara biaya RAM untuk ponsel di segmen USD 400-600 diprediksi akan naik hingga 20 persen di kuartal kedua 2026. 

Flagship: Adapun ponsel premium tidak hanya terbebani memori, tapi juga harga chipset fabrikasi 2nm yang sangat mahal. Kenaikan biaya produksi untuk ponsel flagship diperkirakan mencapai USD 100 hingga USD 150 per unit. 

Analisa: Analis Senior Counterpoint Shenghao Bai mencatat, produsen akan kesulitan menyeimbangkan biaya komponen dengan target pengirim. Jadi, mereka akan sangat bergantung pada model entry level untuk mendorong pangsa pasar. 

Untuk itu, produsen ponsel kemungkinan besar akan melakukan strategi efisiensi ekstrem. Karenanya, bukan tidak mungkin, di tahun ini, ponsel model baru akan menggunakan RAM atau memori yang lebih kecil dari standar atau material bodi lebih murah. 

Pax insight

Dengan kenaikan ini, era ponsel spesifikasi tinggi dengan harga miring kemungkinan akan makin langkah di 2026. Tak hanya itu, konsumen pun harus bersiap merogeh kocek lebih dalam ketika ingin membeli smartphone.