Gawai
Rabu, 26 November 2025 11:36 WIB

Google siapkan Alumunium OS, desktop berbasis Android & AI

Google kembangkan “Aluminium OS”, OS desktop berbasis Android. Fokus utamanya pada efisiensi, performa stabil, dan integrasi AI.

Google dikabarkan sedang nyiapin platform besar terbaru lewat proyek bernama “Aluminium OS”. Ini adalah sebuah sistem operasi desktop yang berbasis Android. Bocoran ini muncul melalui laporan Android Authority dan mengungkapkan kalau pengembangannya sudah jauh lebih matang dari dugaan awal.

Aluminium OS dibuat bersama Qualcomm untuk memberikan pengalaman desktop yang lebih efisien. Fokus utamanya adalah memberikan performa yang stabil dan hemat daya pada perangkat yang biasanya mengalami masalah dengan Windows.

Dilansir dari laman Gizmochina (26/11), OS ini dirancang untuk berjalan di berbagai perangkat, kayak desktop, laptop, 2-in-1, hingga tablet. Laporan sebelumnya soal Android desktop di chipset Snapdragon X ternyata bagian dari pengujian Aluminium OS.

Setelah bocoran ini muncul, nasib ChromeOS menjadi sangat dipertanyakan. Beberapa Chromebook disebutkan dapat diupgrade ke Aluminium OS, tetapi pengguna masih dapat menggunakan ChromeOS.

Google dilaporkan udah nguji OS ini di Chromebook dengan prosesor Intel Alder Lake dan MediaTek Kompanio. Hal ini menandakan kalau proyek ini tidak hanya eksperimen. Tapi berpotensi hadir dalam waktu dekat.

Sejak awal pengembangan, AI menjadi komponen utama Aluminium OS. Gemini diposisikan sebagai elemen utama. Metode ini digunakan oleh Google untuk bersaing dengan Windows, yang saat ini sangat mengandalkan Copilot.

Nama final Aluminium OS belum ditentukan dan sementara hanya digunakan secara internal. Kalau semua berjalan sesuai rencana, Google diperkirakan akan nampilin OS ini di Google I/O 2026. Perangkat pertama meluncur di tahun yang sama.

Pax Insight 
Kalau benar meluncur, Aluminium OS bisa jadi alternatif menarik buat pasar laptop di Indonesia yang selama ini didominasi Windows. Dukungan aplikasi Android secara native juga berpotensi ngebuka peluang buat kreator, gamer mobile, hingga pelajar yang butuh perangkat fleksibel. Indonesia sebagai pasar besar Android kemungkinan akan ikut jadi target utama ekosistem baru Google ini.