Gawai
Minggu, 17 Mei 2026 14:04 WIB

Fitur anti maling di Android 17 makin susah ditembus

Google tingkatkan keamanan Android 17 dengan fitur anti-maling berbasis biometrik dan anti-brute-force.

Google resmi mengumumkan peningkatan kemampuan di sistem theft protection untuk Android. Lewat pembaruan signifikan di Android 17 ini, Google fokus untuk menutup celah keamanan, bahkan ketika pencuri mengetahui PIN atau passcode perangkat korban. 

Semua langkah ini dirancang untuk memastikan data di dalam ponsel tetap aman dan tidak bisa dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Apa yang menarik? 

Modus operandi pencuri ponsel saat ini sering kali melibatkan pengintaian PIN korban sebelum beraksi. Google mengatasi hal ini dengan memperbarui fitur Mark as lost di Find Hub.

Mulai Android 17, mengaktifkan status hilang kini membutuhkan autentikasi biometrik (sidik jari/wajah). Artinya, pencuri yang memegang PIN Anda tetap tidak akan bisa mematikan pelacakan perangkat atau mengakses ulang ponsel Anda.

Selain itu, Google juga membatasi jumlah tebakan PIN, sekaligus mendesain ulang layar kunci ketika menampilkan informasi setelah adanya percobaan pembukaan paksa yang gagal di perangkat Android. 

Bersama dengan pembaruan ini, raksasa internet itu juga mengumumkan akan melakukan ekspansi fitur Theft Procetion ke perangkat yang masih menjalankan Android 10 atau di atasnya di sejumlah negara, seperti Argetina, Kolombia, Chili, Meksiko, dan Inggris Raya. 

Peningkatan fitur Theft Protection di Android 17

  • Verifikasi biometrik: Untuk menyatakan perangkat hilang, Android 17 akan mewajibkan verifikasi biometrik seperti sidik jari atau wajah. 
  • Isolasi perangkat: Begitu status Mark as lost aktif, sistem akan otomatis menyembunyikan menu pengaturan cepat (Quick Settings) serta memblokir semua koneksi Wi-Fi dan Bluetooth baru untuk mencegah ponsel diisolasi dari internet oleh pencuri.
  • Antisipasi brute-force: Android 17 secara signifikan memangkas jumlah kesempatan menebak PIN/kata sandi yang salah. Waktu tunggu antar-percobaan yang gagal juga diperpanjang, mempersulit peretas yang menggunakan metode tebakan cepat.

Pax insight

Dengan deretan pembaruan ini, Google harus diakui membuat perangkat Android makin susah dibobol, meski perangkat itu sudah berpindah tangan ke orang tidak bertanggung jawab. 

Fitur ini juga jadi solusi tambahan bagi korban yang kehilangan perangkatnya, tapi tetap ingin mengamankan data di dalamnya, sebelum disalahgunakan.