Seiring kehadirannya, fitur-fitur smartphone terus ditingkatkan agar membuat pengguna semakin nyaman. Kehadiran fitur dan teknologi baru tak dimungkiri bisa jadi akhir bagi teknologi yang lebih lama.
Akibatnya, sejumlah fitur, baik itu berbentuk software atau hardware mungkin harus diubah ke bentuk yang baru agar smartphone lebih adaptif, aman, dan menyesuaikan tren desain tertentu.
Begitu juga dengan fitur-fitur pada iPhone. Sejumlah fitur mungkin tak bisa lagi ditemukan, padahal dahulu deretan fitur ini sangat berguna. Apa saja, cek di sini informasinya.
Headphone jack
- Headphone jack pertama kali hadir pada iPhone generasi pertama yang rilis pada 2007.
- Sementara, fitur ini terakhir ada di iPhone 6S dan iPhone 6S Plus yang rilis 2015. Selanjutnya pada iPhone 7, headphone jack 3,5mm hilang.
Langkah Apple menghilangkan headphone jack 3,5mm pada iPhone 7 di tahun 2026 menjadi keputusan kontroversial. Tujuannya adalah untuk membuat bodi perangkat lebih tipis, meningkatkan ketahanan IP rating, serta memberikan dorongan pada ekosistem earphone nirkabel AirPods.
Home Button
- Home button atau tombol Home pada iPhone pertama kali ada saat iPhone generasi pertama dirilis, juga pada 2007.
- Apple benar-benar menghentikan Home button pada 2022 yakni pada iPhone SE generasi ketiga.
Selama bertahun-tahun, tombol berbentuk lingkaran di bawah layar iPhone alias Home button menjadi identitas menonjol dari ponsel milik Apple ini.
Tombol ini mengalami evolusi dari waktu ke waktu, mulanya tombol ini bisa ditekan, berubah jadi tombol berbasis sensor haptic pada iPhone 7, dan akhirnya dihilangkan total pada 2022. Akhirnya, iPhone yang dirilis setelahnya pun menerapkan konsep layar penuh. Navigasi Home pun dilakukan menggunakan navigasi gestur.
Touch ID
- Touch ID pertama diperkenalkan pada 2013 lewat kehadiran iPhone 5S.
- Fitur keamanan sidik jari ini terakhir terlihat pada iPhone 8 dan iPhone 8Plus pada 2017 meski begitu, fitur Touch ID mungkin masih ditemukan di iPhone SE generasi ketiga yang rilis 2022.
Touch ID pertama kali diperkenalkan di dalam Home button. Fitur ini mengubah cara pengguna membuka kunci iPhone dan bertransaksi di ponsel. Berbasis sidik jari, fitur ini memindai sidik jari pengguna dengan cepat dan intuitif. Kini, fitur tersebut digantikan oleh FaceID yang debut bersama dengan iPhone X pada 2020.
Fitur geser untuk membuka kunci iPhone
- Fitur geser untuk membuka iPhone alias Slide to Unlock pertama diperkenalkan pada 9 Januari 2007 bersamaan dengan iPhone generasi pertama.
- Slide to Unlock resmi dihapus bersamaan dengan digulirkannya iOS 10 yang dirilis pada 2016.
- Apple menggantikannya dengan TouchID atau gesture geser layar ke atas untuk membuka iPhone.
Fitur Slide to Unlock dipresentasikan langsung oleh CEO Apple Steve Jobs saat merilis iPhone generasi pertama di tahun 2007. Tujuan utama Slide to Unlock adalah untuk mencegah penekanan layar yang tidak sengaja, misalnya tak sengaja menghubungi nomor telepon tertentu.
Fun fact-nya, Slide to Unlock terinspirasi dari sistem pengunci pintu toilet di dalam pesawat yang memang menggunakan mekanisme geser. Apple mengajukan paten untuk gestur ini sejak Desember 2005, saat itu proyek iPhone masih jadi rahasia.
Desain antarmuka iOS Skeuomorphism
- Skeuomorphism merupakan gaya desain yang meniru tekstur, bentuk, dan fungsi dari objek dunia nyata.
- Desain ini jadi ciri khas iOS sejak iPhone pertama dirlis pada 2007 hingga era iOS 6 pada 2012.
Ciri khas desain ini, aplikasi Notes memakai latar belakang kertas kuning bergaris dengan gaya font tulisan tangan. Selain itu, aplikasi Kompas menampilkan kompas analog dengan tekstur aluminium lengkap dengan jarumnya.
Apple resmi meninggalkan desain Skeuomorphism pada 2013 melalui kehadiran iOS 7. Perubahan ini dilakukan setelah berpulangnya Steve Jobs dan diinisiasi oleh desain John Ive.
iOS 7 memperkenalkan desain Flat Design yang mengutamakan elemen dua dimensi, warna gradasi terang, sederhana, dan tampilan clean dan lebih modern.
Pax Insight
Dari waktu ke waktu, vendor smartphone termasuk Apple terus memperbarui fitur-fitur dan meninggalkan teknologi lama untuk mengejar efisiensi, estetika dan modernitas, hingga keamanan yang lebih tingi.
Walaupun hilangnya fitur-fitur ikonik seperti headphone jack sampai Home button memicu perdebatan pada awalnya, langkah berani ini terbukti berhasil membentuk tren baru di industri teknologi global.
Nostalgia akan fitur lalu justru jadi bukti inovasi terus berkembang dari waktu ke waktu, bahwa teknologi lawas mungkin pensiun, tetapi diikuti dengan kemudahan baru yang hadir. Inilah yang membuat cara interaksi pengguna dengan smartphone kini jauh lebih praktis.



