Google dilaporkan telah menjalin kemitraan strategis dengan rumah mode Italia, Gucci. Lewat kolaborasi ini, keduanya disebut akan mengembangkan kacamata pintar berbasis AI yang dijadwalkan rilis pada 2027.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi yang dilakukan Google dalam satu dekade terakhir. Setelah sempat gagal dengan Google Glass di pasar umum, perusahaan itu kini memilih untuk merambah sektor gaya hidup.
Kenapa ini menarik?
Masalah yang kerap ditemui pada kacamata pintar biasanya ada pada desainnya yang terasa terlalu teknis. Hal ini membuat perangkat itu akan terasa canggung ketika dipakai di tempat umum.
Sementara dengan menggandeng Gucci, Google kemungkinan ingin mengubah kacamata pintar dari perangkat yang terbatas, menjadi aksesoris gaya hidup. Hal yang sudah dilakukan oleh Meta bersama Ray-Ban.
Kolaborasi Google dan Gucci
- Desain: Fokus utama dalam kemitraan ini adalah menghadirkan perangkat dengan hardware canggih dalam bingkai kacamata yang modis.
- Kolaborasi lainnnya: Selain Gucci, Google juga berkolaborasi dengan merek kacamata populer lainnya, seperti Warby Parker dan Gentle Monster.
- Project Aura: Sebelum merilis produk bersama Gucci, Google diperkirakan akan merilis kacamata AR (Augmented Reality) pertama yang menggunakan platform Android XR.
- Mengatasi isu privasi: Menurut laporan, kolaborasi ini juga menjadi cara Google mengurangi hambatan psikologi bagi pengguna, karena teknologi AI hadir dalam aksesoris yang bisa digunakan sehari-hari.
Pax insight
Dilaporkan, Google saat ini tengah mematangkan integrasi AI ke dalam ekosistem perangkat premium tersebut. Meski informasinya belum diungkap, proyek ini merupakan bentuk komitmen Google menghadirkan layanan AI lewat produk fisik.



