Persaingan kamera smartphone flagship terkini tidak sekadar ukuran megapiksel atau zoom. Fitur berbasis software, sensor, hingga AI pun kini dihadirkan untuk menunjukkan dominasi masing-masing smartphone.
Kalau bicara fitur kamera, salah satu yang sedang naik daun adalah fitur Horizontal Lock yang ditemukan di Samsung Galaxy S26 series dan Vivo X300 series. Keduanya memakai nama yang sama untuk fitur stabilisasi kamera ini.
Namun, bagi Vivo ini bukan hal yang sepenuhnya baru, melainkan fitur stabilisasi yang dihidupkan kembali. Horizontal Lock diperkenalkan Vivo pada Vivo X70 Pro Plus dengan nama 360° Horizon Level Stabilization, sempat dihapus di seri X100 dan X200 namun kini hadir lagi.
Walaupun terlihat mirip, pendekatan Samsung dan Vivo dalam menghadirkan fitur stabilisasi ala gimbal ini ternyata berbeda.
Apa itu Horizontal Lock?
Horizontal Lock adalah fitur stabilisasi video yang menjaga horizon video tetap lurus meski saat merekam video smartphone dimiringkan, diputar 360 derajat, atau diguncang-guncang.
Keduanya memiliki karakter berbeda, fitur Horizontal Lock di Galaxy S26 series lebih agresif mengunci orientasi video agar tetap lurus meski direkam sembari bergerak ekstrem, termasuk diputar 360 derajat.
Sementara, menurut Vivo, Horizontal Lock mereka lebih halus dan natural dengan tujuan untuk menjaga rasa cinematic yang dihasilkan dari perekaman kamera Vivo X300 Ultra.
Apa beda Horizontal Lock Samsung dan Vivo?
Horizontal Lock pada Samsung
Melalui keterangan, Samsung menyebut Horizontal Lock merupakan pengembangan dari fitur Super Steady. Tujuannya pengguna bisa mendapatkan hasil video stabil secara instan tanpa gimbal atau alat bantu apa pun.
Fitur Horizontal Lock di Galaxy S26 series bekerja memadukan fungsi hardware dan software. Berbagai komponen seperti accelerometer, gyroscope, dan Optical Image Stabilization (OIS). bekerja bersama-sama dalam mendeteksi dan mengoreksi getaran, guncangan atau kemiringan saat merekam.
Komponen itu juga didukung software dan Image Signal Processing (ISP) yang memungkinkan untuk melakukan dynamic cropping, menyesuaikan framing dan komposisi video real-time dengan bantuan AI.
Horizontal Lock atau Horizon Leveling Stabilization Vivo

Adapun Vivo, sebagaimana dikutip Beebom Gadgets, menyebut teknologi Horizontal Level Stabilization ini memanfaatkan sensor data dan smart cropping horizon agar tetap terkunci seperti gimbal.
Pada versi X300 Ultra terbaru, hardware kamera Vivo didukung sensor Sony Lytia dan teknologi lensa APO Telephoto yang bekerja menyerupai gimbal, dengan sertifikasi Zeiss T*Coating.
Vivo memanfaatkan sensor ultra-wide 14mm Zeiss. Kombinasi kestabilan modul fisik dan pembacaan sensor gyro presisi untuk membuat rotasi berjalan lebih organik.
Melalui lamannya, Vivo menyebutkan, X300 Ultra membawa pendekatan cinema mood. Sistem imagingnya mempertahankan warna tanpa penajaman berlebihan.
Bekerja sama dengan Zeiss, tampaknya fitur Horizontal Lock milik Vivo X300 Ultra lebih diarahkan untuk mendukung pembuatan film lewat kamera ponsel serta merekam video cinematik.
Tabel perbandingan Horizontal Lock di Galaxy S26 dan Vivo X300
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Cara mengaktifkan Horizontal Lock
Samsung:
- Buka aplikasi kamera
- Masuk ke Video
- Aktifkan menu Super Steady
- Pilih fitur Horizontal Lock
- Tekan tombol Record
Vivo:
- Buka kamera, masuk video
- Ketuk ikon stabilisasi: berbentuk simbol kamera video atau gelombang
- Pilih Horizon Level Stabilization (Standard, Ultra, dan lain-lain).
- Sebelum rekam, tentukan dulu format bingkai awal yang diinginkan (portrait atau lanscape).
Sebagai informasi, fitur ini mengandalkan teknik smart cropping atau pemotongan sudut pada sensor kamera wide-angle. Untuk itu pengguna perlu merekam di tempat dengan cahaya terang untuk menghindari noise.
Pax Insight
Terlepas dari apa pun karakteristik Horizontal Lock di kedua brand, fitur ini memperlihatkan arah baru kamera smartphone yang tak sekadar mengejar ukuran megapiksel tetapi bagaimana brand memanfaatkan software, hardware serta AI untuk mendapatkan hasil video lebih profesional. Baik itu untuk perekaman stabilisasi instan maupun sinematik.



