Apple resmi mengumumkan perubahan signifikan untuk developer mini aps lewat program baru bernama App Store Mini Apps Partner Program. Program ini memangkas biaya komisi menjadi 15 persen, turun dari tarif standar 30 persen untuk transaksi tertentu.
Mini apps, aplikasi pengalaman mandiri berupa game web atau layanan ringan, yang berjalan di dalam aplikasi utama. Meskipun Apple sudah lama mengizinkan mini app, baru tahun lalu developer dapat menyediakan pembelian in-app, seperti dilansir dari laman Engadget (16/11).
Untuk dapat ikut program ini, developer harus memenuhi beberapa syarat tambahan. Mereka wajib mendukung fungsionalitas di iOS dan iPadOS, serta mengintegrasikan Advanced Commerce API milik Apple. Developer juga harus memakai Declared Age Range API agar anak di bawah umur tidak bisa mengakses mini app dengan rating usia lebih tinggi melalui aplikasi host.
Program ini intinya bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih aman, terkontrol, dan sekaligus lebih menarik bagi developer. Dengan biaya operasional rendah, mini app bisa tumbuh sebagai model distribusi konten baru yang efisien.
Kebijakan komisi App Store selama ini memang jadi sorotan global. Apple terus mendapat tekanan dari regulator untuk mengubah struktur biayanya agar tidak terkesan monopoli. Sepanjang tahun ini, Apple juga sudah melakukan beberapa penyesuaian, termasuk mengizinkan opsi pembayaran eksternal kasus panjang melawan Epic Games.
Pax Insight
Pemangkasan komisi menjadi 15 persen bukan sekadar strategis bisnis, ini bisa jadi peluang besar untuk mengembangkan mini apps dengan biaya operasional lebih ringan. Model mini apps juga cocok untuk pasar lokal yang akrab dengan aplikasi super-app dan layanan ringan dalam satu ekosistem.
Di sisi lain, syarat teknis seperti implementasi API tambahan mungkin jadi tantangan untuk developer kecil. Namun jika adopsinya tumbuh, program ini bisa mempercepat hadirnya lebih banyak mini apps dari developer Indonesia di App Store, terutama untuk game ringan dan layanan berbasis web.



