Proyek mobil otonom Apple, yang dikenal sebagai Project Titan, akhirnya memang tidak pernah diwujudkan. Namun ternyata, kegagalan itu berdampak pada pengembangan produk Apple lainnya.
Menurut laporan terbaru Mark Gurman dari Bloomberg, pengembangan platform mobil otonomos itu yang kemudian melahirkan Neural Engine, komponen AI yang kini jadi fondasi pemrosesan kecerdasan buatan di seluruh produk Apple, dari iPhone hingga Mac.
Dan saat ini, Apple disebut akan mempercepat pengembangan chip M7 yang diprediksi hadir di paruh pertama 2027 dengan peningkatan Neural Engine yang jauh signifikan.
Apa yang terjadi?
Selama ini, banyak yang mengira Apple berhasil membuat chip AI karena memang sudah dikembangkan sejak lama. Namun siapa sangka, hal itu terjadi karena perusahaan memilih untuk tidak melanjutkan proyek mobil pintarnya.
Disebutkan, dalam pengembangan mobil otonomos, Apple perlu mengembangkan teknologi pemrosesan AI on-device, tapi karena proyek tersebut tidak lagi dilanjutkan, teknologi itu pun diterapkan ke produk Apple lainnya.
Informasi ini pun menjelaskan kenapa Apple bisa unggul dalam kemampuan AI on-device, sedangkan software AI-nya seperti Siri dan Apple Intelligence justru tertinggal dari kompetitor.
Cerita awal pengembangan AI on-device Apple
Ketika Apple mulai mengembangkan platform berkendara otonomos, mereka menyadari kalau mobil otonomos membutuhkan pemrosesan AI yang sangat mumpuni di perangkat secara langsung.
Menurut perusahaan, sistem ini tidak bisa bergantung pada cloud, karena latency jaringan bisa berakibat fatal di jalan raya. Akhirnya, Apple mengembangan Neural Engine, prosesor khusus yang dirancang menangani beban kerja AI secara lokal di perangkat.
Apple sendiri memutuskan untuk menghentikan proyek mobil otonomosnya, tapi Neural Engine yang dikembangkan tersebut tidak dibuang begitu saja. Perusahaan justru memindahkannya ke chip smartphone.
Apa kemampuan Neural Engine saat pertama kali rilis?
Saat pertama kali hadir di iPhone X, Neural Engine punya peran yang terbatas tapi penting:
- Face ID: pengenalan wajah untuk membuka kunci HP
- Animoji: animasi wajah yang mengikuti ekspresi pengguna
- Augmented Reality: pemrosesan visual untuk fitur AR
Semua ini adalah tugas computer vision, kemampuan AI untuk melihat dan memahami gambar atau video secara real-time. Ini adalah kemampuan yang sama persis yang dibutuhkan mobil otonom untuk mengenali jalanan, pejalan kaki, dan rambu lalu lintas.
Kemudian, Apple membawa Neural Engine ke komputer desktop dan laptop lewat chip M-Series. Berkat kemampuan itu, Apple akhirnya bisa menawarkan privasi yang lebih ketat, karena pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat, tak banyak yang dikirim ke cloud.
Rencana Apple selanjutnya
Saat ini, Apple pun dilaporkan akan mengembangkan chip generasi selanjutnya. Kabarnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu akan melewatkan varian Pro, Max, dan Ultra dari chip M6, dan memilih loncat ke chip M7.
M7 akan datang dengan upgrade Neural Engine yang signifikan. Bahkan, M7 Ultra diprediksi akan menjadi basis untuk produk server baru dari Apple, dengan dukungan hingga RAM 1,5TB.
Pax insight
Kisah Apple ini menunjukkan kalau kegagalan dalam mengembangkan sebuah teknologi ternyata bukan akhir dari segalanya, bahkan bisa menjadi fondasi yang kuat untuk produk lainnya.
Sekadar informasi, Apple sempat menghabiskan miliaran dolar dan satu dekade untuk Project Titan tapi tidak pernah benar-benar muncul dalam produk nyata. Namun, teknologi yang jadi fondasi produk itu kini hadir di iPhone, iPad, dan Mac.
Selain itu, rencana Apple untuk mempercepat kehadiran M7 dengan dukungan Neural Engine yang lebih mumpuni menunjukkan kalau perusahaan makin siap bersaing dengan kompetitor.
Untuk itu, menarik menanti pengumuman resmi Apple tentang kehadiran chip terbaru mereka. Terlebih, Apple juga telah menyediakan Private Cloud Compute sebagai infrastruktur cloud AI yang menjanjikan pemrosesan AI dengan standar privasi lebih tinggi.



