AI
Selasa, 21 Juli 2026 16:10 WIB

Waspada modus penipuan via FaceTime, incar rekening bank korban

Modus penipuan baru mengintai pengguna iPhone: peretas berpura-pura menjadi pihak bank dan memaksa panggilan FaceTime untuk mencuri akun.
Ilustrasi: Pinterest

Aksi penipuan siber kini memanfaatkan metode yang makin agresif dengan mengeksploitasi panggilan video FaceTime untuk mencuri kredensial perbankan dan menguras rekening korban secara langsung.

Berdasarkan laporan dari Consumer Reports, para penipu berpura-pura menjadi perwakilan resmi bank atau penerbit kartu kredit, lalu mengirimkan pesan teks darurat yang mengklaim adanya aktivitas mencurigakan pada akun korban.

Kemudian, korban dipancing untuk menelepon nomor yang tertera di pesan tersebut, lalu dipaksa untuk melayani panggilan video FaceTime.

Saat panggilan video berlangsung, memanfaatkan teknik manipulasi psikologis untuk meminta korban membagikan layar, yang seketika memberikan akses penuh bagi peretas untuk mencuri password, nomor rekening, hingga kode otentikasi transaksi secara real-time.

Kenapa ini penting? 

Aksi penipuan ini menjadi lebih berbahaya, karena panggilan video dulu kerap dianggap sebagai metode verifikasi paling aman karena menampilkan wajah asli seseorang. 

Namun kini, para penipu memanfaatkan panggilan video palsu yang didukung dengan AI untuk mereplikasi identitas petugas bank resmi, menunjukkan kalau penyalahgunaan teknologi ini sudah makin luas. 

Di samping itu, keberhasilan modus ini juga bergantung pada penciptaan rasa panik yang membuat korban mengambil tindakan impulsif tanpa verifikasi. Untuk itu, nasabah bank wajib waspada jika menemukan notifikasi yang terlihat mencurigakan. 

Ciri utama aksi penipuan berbasis FaceTime

Lembaga perlindungan konsumen Consumer Reports menggarisbawahi beberapa tanda utama untuk mengidentifikasi indikasi penipuan perbankan via FaceTime:

  • Metode kontak panggilan: Penipu biasanya memaksa korban menjawab panggilan video dan melakukan screen sharing. Padahal, prosedur resmi bank tidak pernah meminta verifikasi akun melalui FaceTime. 
  • Instruksi pesan teks: Pesan yang diterima biasanya berasal dari nomor acak atau menyertakan tautan janggal pada isi SMS. Sementara bank akan selalu mengarahkan nasabah ke aplikasi resmi atau layanan pelanggan. 
  • Permintaan informasi: Para penipu lalu meminta pengisian data sensitif saat layar ponsel sedang dibagikan. Berbeda dari bank asli yang tak pernah meminta password, PIN, atau kode OTP. 

Langkah darurat jika terlanjur jadi korban

Jika seseorang terlanjur melayani panggilan video atau membagikan layar ponsel kepada pihak yang mencurigakan, segera lakukan tindakan mitigasi berikut:

  • Hubungi pihak bank secara mandiri: Secara hubungi nomor telepon resmi bank untuk memblokir rekening dan menghentikan transaksi keluar. 
  • Senyapkan panggilan FaceTime tidak dikenal: Aktifkan fitur Silence Unknown Callers pada pengaturan FaceTime di iPhone agar panggilan dari nomor yang tidak ada di kontak otomatis dialihkan tanpa membunyikan ponsel.
  • Laporkan spam ke Apple: Buka riwayat panggilan FaceTime, tekan dan tahan info panggilan, lalu pilih opsi Report Spam untuk mengirimkan informasi tersebut langsung ke sistem keamanan Apple. 
  • Perbarui sistem operasi: Selalu perbarui iOS ke versi paling baru untuk menambal celah keamanan sitem yang kerap dimanfaatkan oleh peretas. 

Pax insight

Modus penipuan berbasis panggilan FaceTime ini menunjukkan kejahatan siber yang makin canggih dalam merekayasa psikologi manusia. Penipu paham jika penipuan berbasis teks sudah mudah dikenali, dan mereka kini berpindah metode ke panggilan video. 

Untuk itu, kasus ini menjadi pengingat bagi nasabah bank agar selalu menjaga kerahasiaan informasi mereka, terutama yang terkait dengan akun perbankan. Sebab, bank tidak akan pernah meminta informasi penting langsung ke nasabah. 

Tak hanya itu, pengguna juga perlu untuk selalu menerapkan prinsip dasar keamanan digital yakni melakukan validasi informasi melalui jalur komunikasi resmi, dan tidak pernah membagikan layar ponsel ke pihak yang tidak dikenal.