Gawai
Kamis, 9 Juli 2026 20:04 WIB

Apple dan Broadcom teken kesepakatan baru senilai Rp 489 triliun

Apple memperpanjang kerja sama dengan Broadcom, serta jadi komitmen manufaktur terbesar perusahaan di Amerika Serikat.
Ilustrasi: Pinterest

Apple mengumumkan perpanjangan kerja sama dengan produsen chip Broadcom dalam kesepakatan jangka panjang yang nilainya diperkirakan melebihi USD 30 miliar atau sekitar Rp 489 triliun. 

Ini menjadi komitmen manufaktur terbesar Apple sepanjang sejarah perusahaan di Amerika Serikat, yang langsung direspons pasar. Usai pengumuman ini, saham Broadcom melonjak hampir 5 persen. 

Kenapa ini penting? 

Kesepakatan ini menandai perubahan strategis dari perusahaan yang berbasis di Cupertino itu. Dari sebelumnya hanya merancang chip di Amerika Serikat lalu memproduksinya di luar negeri, seperti Tiongkkok, kini ikut membangun rantai pasok chip di dalam negeri. 

Jumlah chip yang diproduksi dari kesepakatan ini diprediksi mencapai lebih dari 15 miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Broadcom juga akan melakukan ekspansi pabrik dengan nilai USD 1,5 miliar (sekitar Rp 24,5 triliun) di Colorado, Amerika Serikat. 

Saat ini, Apple memang belum mengungkap jadwal produksi chip besutan Broadcom. Namun, durasi kerja sama ini dilaporkan berlangsung panjang hingga 2031. 

Selain soal dukungan rantai pasok, kesepakatan ini disebut tidak lepas dari kondisi geopolitik di Amerika Serikat. Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah AS memang mendorong produksi domestik lewat CHIPS Act dan program serupa. 

Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok disebut ditakutkan berdampak pada produksi Apple. 

Oleh sebab itu, kesepakatan ini bisa dikatakan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah AS sekaligus menjamin ketahanan pasokan komponen yang sewaktu-waktu bisa terdampak akibat kebijakan luar negeri AS. 

Chip besutan Broadcom

Broadcom sudah lama menjadi pemasok komponen konektivitas untuk Apple. Namun kesepakatan baru ini memperdalam hubungan tersebut, khususnya di area silicon kustom buatan Amerika Serikat.

Menurut Apple, Broadcom akan memproduksi komponen wireless yang membantu perangkat Apple terhubung ke:

  • Jaringan seluler
  • Wi-Fi
  • Bluetooth

Dari dokumen yang diserahkan Broadcom ke Securities and Exchange Commission (SEC), terungkap mereka akan mengembangkan dan memasok produk silicon ASIC kustom untuk berbagai generasi produk Apple hingga 2031.

ASIC atau Application-Specific Integrated Circuit adalah chip yang dirancang untuk tugas spesifik. Dalam beberapa tahun terakhir, ASIC semakin banyak dipakai untuk beban kerja kecerdasan buatan atau AI. 

Dengan kata lain, kesepakatan ini kemungkinan besar tidak hanya untuk chip yang mendukung konektivitas, tapi juga mengarah ke chip AI khusus yang akan digunakan di produk Apple berikutnya. 

Pax insight

Kesepakatan antara Apple dan Broadcom ini menunjukkan pergeseran besar yang sedang terjadi di industri teknologi global saat ini. 

Selama puluhan tahun, model bisnis Apple berjalan dengan merancang chip di California, melakukan produksi massal di Taiwan lewat TSMC di Taiwan, lalu merakitnya di Tiongkok. 

Namun, model itu sekarang mulai direstrukturisasi, bukan karena tidak efisien, melainkan karena ada tekanan geopolitik dan strategis yang tidak bisa diabaikan lagi. 

Bagi Apple, langkah ini memiliki logika bisnis yang jelas meski dengan biaya lebih tinggi. Memproduksi chip di Colorado memang akan lebih mahal dibanding di Taiwan, tapi Apple setidaknya menunjukkan hubungan yang lebih baik dengan pemerintah AS. 

Selain itu, mereka juga mendapatkan jaminan rantai pasok yang lebih tahan banting terhadap gejolak geopolitik, dan mendapatkan reputasi sebagai perusahaan yang berkontribusi pada ekonomi Amerika Serikat.