Sains
Kamis, 9 Juli 2026 20:03 WIB

Bukan hanya anak, orang tua juga sudah kecanduan gadget

Sebuah penelitan mengungkap, bukan hanya anak saja, namun orang tua juga banyak kecanduan gadget.

Selama bertahun-tahun, perdebatan publik mengenai batasan durasi menatap layar sepenuhnya berfokus pada kelompok anak-anak dan remaja. Berbagai pertanyaan klise mengenai kapan anak boleh memiliki ponsel pintar sering kali mendominasi ruang diskusi. Namun, sebuah studi ilmiah terbaru membalikkan cara pandang tersebut secara total. Penelitian membuktikan bahwa fokus kekhawatiran kita selama ini keliru, di mana ancaman terbesar bagi psikologis anak justru datang dari seberapa sering orang tua mereka terdistraksi oleh perangkat pintar itu sendiri.

Bukan hanya anak

Penelitian komprehensif yang dirilis dalam jurnal peer-reviewed Frontiers in Psychology lewat laporan Bloomberg membongkar fenomena gangguan teknologi pada hubungan interpersonal atau yang dikenal sebagai technoference. Hasil survei terhadap 600 remaja Amerika Serikat usia 12 hingga 17 tahun menunjukkan fakta memilukan, di mana mayoritas anak merasa diabaikan dan dikesampingkan saat orang tua mereka asyik menyelami dunia digital. Kebiasaan buruk ini memicu lahirnya pola hubungan tidak aman atau insecure attachment yang berisiko membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang penuh kecemasan, menghindar, serta krisis kepercayaan diri dalam membangun hubungan di masa depan.

Apa saja detailnya?

Bahaya Status Hadir Secara Fisik Namun Absen Secara Emosional

  • Ancaman Efek Trauma Seumur Hidup: Pakar kecanduan gawai sekaligus anggota dari American Psychological Association, Don Grant, menegaskan bahwa dampak dari penolakan emosional senyap ini bisa terbawa hingga anak menginjak usia dewasa. Anak-anak merekam dengan jelas memori di mana orang tua mereka hadir di bangku penonton kompetisi olahraga atau pentas seni, namun pandangan matanya justru tertuju ke bawah menatap layar gawai alih-alih menyaksikan momen berharga sang anak.
  • Evolusi Riset Technoference: Jika rangkaian penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti bagaimana gawai merusak keharmonisan hubungan romantis sepasang kekasih, studi terbaru ini sukses membuktikan bahwa pola kerusakan yang sama persis sedang terjadi di dalam hubungan internal antara pengasuh dan anak kandung mereka.

Pax insight

Penelitian di pertengahan tahun 2026 ini memberikan tamparan keras bagi dinamika pengasuhan di era modern. Kita telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mencemaskan anak-anak yang kecanduan menatap layar, tanpa pernah menyadari apa yang dilihat oleh anak-anak ketika mereka mendongak ke atas melihat kita. Pada akhirnya, momen berharga yang melekat kuat di benak seorang anak bukanlah ingatan saat mereka menatap layar gawai mereka sendiri, melainkan memori menyedihkan ketika orang tua yang ingin mereka ajak bicara justru sibuk menatap layar gawai milik mereka.