AI
Rabu, 21 Januari 2026 10:06 WIB

Singapura uji sistem latihan mengemudi berbasis AI

Singapura akan meluncurkan sistem baru untuk pelatihan mengemudi yang didukung kecerdasan buatan (AI).
Ilustrasi: Pinterest

Singapura akan meluncurkan sistem baru untuk pelatihan mengemudi yang didukung kecerdasan buatan (AI), sebagaimana dilansir dari Hardwarezone. Sistem ini bernama Intelligent Driving Circuit (IDC) dan memungkinkan calon pengemudi berlatih tanpa instruktur manusia di dalam kendaraan. IDC akan mulai digunakan di Singapore Safety Driving Centre (SSDC) pada tahun 2028, lima tahun lebih lambat dari target awal.

IDC bekerja dengan memantau dan menganalisis performa pengemudi pemula di sirkuit khusus. Jaringan kamera dan sensor digunakan untuk mengawasi peserta. Teknologi pengenalan gambar berbasis AI menilai rekaman video untuk menganalisis kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan lingkungan sekitar. Jika diperlukan, sistem otomatis atau administrator jarak jauh bisa menghentikan kendaraan.

Teknologi ini dikembangkan oleh Honda dan mampu mendeteksi perubahan kecil dalam perilaku mengemudi. Dengan begitu, sistem bisa memberikan umpan balik objektif dan mengurangi ketergantungan siswa pada instruktur manusia. IDC dapat digunakan untuk mobil, sepeda motor, maupun kendaraan berat.

Meski begitu, Kepolisian Singapura menegaskan bahwa ujian di jalan raya tetap membutuhkan penguji manusia. IDC hanya dimaksudkan untuk melengkapi ujian di sirkuit, bukan menggantikan ujian praktis tradisional di jalan.

Keuntungan utama IDC adalah mengurangi ketergantungan pada jumlah instruktur. Peserta bisa menggunakan sirkuit di luar jam operasional normal, sehingga jadwal latihan lebih fleksibel. Hal ini juga membantu SSDC meningkatkan kapasitas pelatihan.

IDC pertama kali diumumkan pada 2017 oleh Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam dan dijadwalkan hadir pada 2023. Namun, pandemi COVID-19 membuat proyek tertunda. Uji coba dimulai pada 2023, dan uji coba sepeda motor yang selesai pada 2024 menunjukkan sistem masih perlu diperbaiki. IDC belum bisa menilai perilaku tertentu secara akurat, seperti pemeriksaan titik buta atau postur berkendara yang benar.

Selain di SSDC, teknologi ini juga akan diterapkan di pusat mengemudi baru di Choa Chu Kang, yang akan menggantikan Pusat Mengemudi Bukit Batok pada akhir 2030. Kepolisian lalu lintas akan meninjau kerangka ujian nasional dengan IDC untuk memastikan standar keselamatan tetap terjaga.

Pax Insight

Penerapan IDC di Singapura menunjukkan bagaimana AI bisa meningkatkan efisiensi pelatihan mengemudi dengan penilaian objektif dan jadwal fleksibel. Namun, keterbatasan teknologi dalam menilai detail perilaku manusia membuat pengawasan instruktur tetap diperlukan. Kombinasi otomatisasi dan pengawasan manusia menjadi kunci untuk hasil terbaik.