Seorang nenek berusia 50 tahun dari Tennessee, Amerika Serikat, bernama Angela Lipps harus mendekam di penjara selama hampir lima bulan karena salah identifikasi platform pengenalan wajah Clearview AI.
Dilaporkan, Angela ditangkap saat sedang menjaga empat cucunya. Ia salah diduga sebagai tersangka penipuan bank di North Dakota, padahal ia belum pernah datang ke wilayah tersebut.
Kenapa ini penting?
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang bahaya ketergantungan berlebih pada algoritma AI. Sebab, kesalahan identifikasi ini berujung pada penangkapan orang yang tak bersalah.
Khusus untuk kasus Angela, ia bahkan kehilangan rumah, mobil, pekerjaan, hingga asuransi kesehatannya selama berada di balik jeruji besi.
Kasus terungkap
- Alibi: Kasus ini menemukan titik terang setelah pengacara Angela menunjukkan transaksi bank bahwa dirinya sedang membeli bensin dan pizza di Tennessee, di saat yang sama perampokan terjadi di North Dakota.
- Kecerobohan investigasi: Kepala polisi Fargo mengakui adanya beberapa kesalahan investigasi. Meski AI mengonfirmasi kecocokan, polisi gagal melakukan verifikasi yang independen sebelum mengeluarkan surat perintah penangkapan.
- Kontroversi Clearview AI: Perusahaan ini memiliki rekam jejak buruk, karena melakukan pengambilan data ilegal jutaan foto dari media sosial seperti Facebook dan YouTube untuk melatih algoritma mereka.
Pax insight
Meski polisi mengakui ada kesalahan, polisi hingga sekarang belum ada memberikan permohonan maaf. Karenanya, tim pengacara Angela saat ini tengah bersiap mengajukan gugatan pelanggaran hak sipil untuk menuntut ganti rugi.



