Gawai
Sabtu, 27 Juni 2026 08:04 WIB

Harga iPad dan MacBook Naik Efek Mahalnya RAM, iPhone Selanjutnya?

Apple menaikkan harga iPad dan MacBook imbas dari mahalnya RAM. Ini tidak hanya berlangsung di luar negeri tetapi juga di Indonesia.
Sumber: Apple

Apple menaikkan harga iPad dan MacBook. Hal ini merupakan imbas dari kenaikan harga komponen RAM dan memori yang berakibat pada peningkatan biaya produksi Apple.

Apple menyebut pihaknya tidak bisa lagi melindungi konsumen dari melonjaknya biaya chip RAM dan penyimpanan, yang dipicu oleh pembangunan data center untuk AI. 

“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen hingga setinggi ini dalam waktu secepat ini,” kata Apple dalam pernyataan resmi, dikutip dari The Guardian. 

Perusahaan menyebutkan selama ini mereka berupaya melindungi pelanggan dari dampak kenaikan harga chip RAM dan memori. “Namun sekarang kami telah mencapai titik di mana kami harus mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk iPad dan Mac,” imbuh Apple. 

Sejauh ini, langkah ini belum memengaruhi lini produk andalan Apple, iPhone. 

Kebijakan menyesuaikan harga ini langsung memengaruhi harga laptop termurah mereka MacBook Neo dari yang semula USD 599 menjadi USD 699, hanya selisih beberapa bulan sejak dirilis. 

Sementara, harga MacBook Air dengan kapasitas penyimpanan 512GB melonjak sebesar USD 200 (setara Rp 3,5 juta). Adapun MacBook Pro dengan penyimpanan 1TB naik hingga USD 300 (setara Rp 5,3 juta). 

Berapa kenaikan harga iPad di Indonesia?

Sementara di Indonesia, dipantau dari situs distributor resmi Apple, harga iPad mengalami kenaikan. 

  • iPad 11 WiFi only yang saat rilis dijual Rp 6 juta menjadi Rp 7,2 juta. 
  • iPad 11 WiFi-seluler juga mengalami kenaikan harga dari Rp 9,5 juta saat rilis menjadi Rp 10,2 juta. 

Adapun produk MacBook Neo yang rilis bulan lalu, belum mengalami kenaikan. Harganya di iBox masih Rp 10,7 juta untuk versi RAM 8GB dan memori 256GB.  

Tidak hanya itu, Apple juga menyesuaikan harga speaker pintar HomePod mereka dan perangkat set-top-box Apple TV. Akibat pengumuman ini, nilai saham Apple sempat merosot hampir 5 persen. 

Apakah harga iPhone akan naik?

Seperti disebutkan, kenaikan harga produk Apple belum berimbas pada iPhone. Namun, para analis memerkirakan bahwa harga iPhone kemungkinan akan naik berikutnya. 

Direktur riset senior di IDC, Nabila Popal, mengungkapkan iPhone tak akan luput dari kenaikan harga. “Kenaikan harga iPhone hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya. 

Menurutnya, sangat strategis bagi Apple untuk mengumumkan kenaikan harga sebelum peluncuran iPhone baru pada September mendatang. 

“Dengan begitu, saat hari peluncuran tiba, berita utamanya bukan lagi soal kenaikan harga, melainkan nilai kegunaan baru yang dibawa oleh smartphone tersebut,” katanya. 

Berapa persen lonjakan harga DRAM?

Lembaga pelacak industri TrendForce mmenyebutkan, harga DRAM (dynamic random access memory) yang dipakai di hampir semua perangkat melonjak hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026. 

Angka itu diperkirakan akan naik lagi sebesar 58 persen hingga 63 persen pada kuartal ini. 

Pax Insight

Harga perangkat Apple ikut naik karena melonjaknya harga RAM dan memori. Saat ini baru iPad dan MacBook yang harganya mengalami kenaikan, termasuk di Indonesia. 

Ke depan, kemungkinan besar harga iPhone 18 juga akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan harga iPhone 17 series saat awal rilis. 

Trend kenaikan harga smartphone ini tak hanya berlaku pada Apple, tetapi juga berbagai vendor smartphone lain, seperti Samsung, Xiaomi, Vivo, Oppo dan lain-lain.