Google dilaporkan telah menginstal model Gemini Nano AI on-device sebesar 4GB ke peramban Chrome tanpa pemberitahuan atau persetujuan lebih dulu ke pengguna.
Temuan ini diungkap oleh Alexander Hanff, ilmuwan komputer dan pakar privasi. Ia menyebut pemasangan ini terjadi secara otomatis selama perangkat pengguna memenuhi spesifikasi minimum.
Kenapa ini penting?
Meski terdengar sederhana, langkah ini sebenarnya menyalahi transparansi informasi pada pengguna. Sebab, dengan tidak memberikan informasi atau meminta izin, Google diam-diam memasang sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak diinginnkan pengguna.
Tidak hanya itu, tak tertutup kemungkinan, pengguna berisiko mengalami penurunan performa perangkat dan penggunaan bandwidth data yang tidak disadari.
Terkait hal ini, Google menyatakan kalau fitur tersebut bisa dinonaktifkan di pengaturan Chrome sejak Februari 2026. Model pun akan dihapus otomatis jika sumber daya perangkat dianggap tak lahgi memadai.
Perlu dicatat, Gemini Nano ini berbeda dari fitur Gemini yang ada di address bar. Fitur ini dirancang untuk melakukan sejumlah tugas secara offline, seperti ringkasan rekaman, bantuan penulisan pesan, hingga analisis screenshot.
Cara deteksi dan hapus Gemini Nano di Google Chrome
- Lokasi folder: Cari folder bernama "OptGuideOnDeviceModel" di File Explorer (Windows) atau Finder (Mac).
- Identitas file: Jika ditemukan file bernama "weights.bin", berarti Gemini Nano sudah ada di PC pengguna.
- Cara hapus: Masuk ke chrome://flags, cari "Enables optimization guide on device", lalu pilih Disabled.
Pax insight
Dengan temuan ini, ada beberapa pakar hukum memperkirakan Google bisa menghadapi tantangan legal terkait pelanggaran transparansi data.
Untuk itu, pengguna disarankan untuk memeriksa folder secara berkala untuk memastikan tidak penumpang gelap yang membebani performa laptop atau PC.



