Anthropic resmi memperkenalkan fitur baru bernama Dreaming untuk Claude Managed Agents.saat konferensi Code with Claude.
Fitur ini memungkinkan agen AI secara berkala meninjau aktivitas sebelumnya, kemudian secara cerdas memilih informasi mana yang layak disimpan dalam memori permanen untuk mengoptimalkan tugas di masa depan.
Kenapa ini menarik?
Masalah terbesar pada LLM adalah context window yang terbatas. Pada proyek jangka panjang yang melibatkan banyak agen, informasi krusial sering kali hilang karena tertumpuk data baru.
Untuk itu, Dreaming dihadirkan untuk memastikan AI tetap mengetahui preferensi tim dan pola kerja yang sudah terbentuk. Jadi, pengguna tidak perlu mengulang instruksi berkali-kali ketika ingin memulai kembali suatu tugas.
Fitur Dreaming di Claude
- Kemampuan: Jika metode compaction biasa hanya membuang informasi tidak relevan dalam satu percakapan, Dreaming bekerja lintas sesi dan lintas agen untuk mengidentifikasi kesalahan berulang atau alur kerja yang paling efektif.
- Ketersediaan: Fitur ini eksklusif untuk Managed Agents, infrastruktur terkelola milik Anthropic yang dirancang untuk menjalankan orkestrasi multi-agen selama berjam-jam atau berhari-hari.
- Transparansi memori: Pengguna diberikan pilihan menjalankan proses pembaruan memori secara otomatis atau meninjau perubahan secara manual guna memastikan pembelajaran yang dilakukan AI sudah sesuai.
- Peningkatan kapasitas: Anthropic menggandakan batas penggunaan lima jam bagi pelanggan paket Pro dan Max, setelah mendapatkan keluhan soal batas pemakaian.
Pax insight
Saat ini, Dreaming masih dalam tahap research preview. Pengembang yang ingin mencoba sistem AI ini harus mengajukan permintaan akses pada Anthropic.



