Facebook baru saja meluncurkan fitur Artificial Intelligence (AI) terbarunya di Amerika Utara (AS dan Kanada), setelah sebelumnya diuji coba dalam waktu yang cukup lama. Fitur ini memungkinkan Facebook memindai galeri foto di ponsel kamu untuk membuat kolase dan edit foto yang dibantu AI.
Tujuan utamanya adalah membantu kamu menemukan "harta karun tersembunyi" di galeri dan mengubahnya menjadi konten yang layak dibagikan. Misalnya, AI ini mungkin merekomendasikan kolase berdasarkan momen liburan, ringkasan pesta kelulusan, atau sekadar mempercantik beberapa foto dengan sentuhan AI.
Dari sudut pandang pengguna, fitur ini adalah langkah menuju mengotomatisasi kreativitas dan keterampilan editing. Dengan izin pengguna, chatbot akan memberikan saran yang muncul di Stories dan Feed (hanya terlihat oleh pengguna). Jika kamu menganggapnya berguna dan mengaktifkannya, kamu bisa melihat saran-saran seperti penataan ulang foto atau tema-tema khusus.
Dilansir dari laman Engadget (21/10), di balik kemudahan ini, motif bisnis Meta (induk Facebook) cukup jelas: ini adalah upaya untuk mendapatkan lebih banyak data pelatihan AI. Meta menyatakan bahwa mereka tidak akan melatih AI mereka menggunakan media dari galeri kamu, kecuali kamu memilih untuk mengedit media tersebut dengan alat AI mereka, atau membagikan hasilnya.
Artinya, jika kamu menggunakan alat edit AI mereka atau mempublikasikan kolase yang disarankan AI, media kamu berpotensi membantu melatih model AI milik Meta.
Dalam izin yang mereka berikan, Meta menjelaskan, "Untuk menciptakan ide bagi Anda, kami akan memilih media dari rol kamera Anda dan mengunggahnya ke cloud kami secara berkelanjutan, berdasarkan info seperti waktu, lokasi, atau tema."
Meskipun Meta menjamin media kamu tidak akan digunakan untuk penargetan iklan, risiko penggunaan untuk pelatihan AI tetap ada, terutama jika kamu secara aktif menggunakan fitur editing yang ditawarkan.
Kabar baiknya, fitur ini sepenuhnya bersifat opt-in, artinya kamu harus secara sadar mengaktifkannya. Jika kamu memilih untuk mengabaikannya, privasi kamu akan tetap aman.
Setelah diaktifkan, saran AI akan muncul dan bersifat pribadi, tetapi kamu bisa mematikan fitur ini kapan saja melalui Pengaturan rol kamera di aplikasi Facebook.
Fitur ini kini tersedia di AS dan Kanada, dan Meta mengatakan akan segera mulai mengujinya di negara-negara lain. Ini menunjukkan tren besar di mana perusahaan teknologi semakin mengandalkan AI untuk mempersonalisasi dan memproduksi konten.



